EmitenNews.com—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di  Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan kemarin Senin (11/7) melemah 0,27% atau 18,07 poin ke level 6.722.


Total volume transaksi bursa kemarin mencapai 19,11 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 8,53 triliun. Sebanyak 252 saham turun harga. Ada 251 saham yang menguat dan 184 saham stagnan.


CEO Yugen Sekuritas William Surya Wijaya mengatakan laju IHSG masih akan berada di range support 6664 atau lebih rendah dari sebelumnya dan resistancenya di level 6888.


Capital inflow yang masih cukup besar tercatat secara tahunan ke dalam IHSG pada tahun ini masih menunjukkan minat investor untuk berinvestasi ke dalam pasar modal Indonesia, ditambah dengan jelang rilis data emiten sepanjang semester pertama tahun 2022 yang disinyalir akan berada dalam kondisi membaik juga menjadi salah satu sentimen yang dapat mendongkrak pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang.


"Peluang tekanan masih dapat terus dimanfaatkan investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka panjang, hari ini IHSG berpotensi menguat," imbuh William.


Saham pilihan di tengah kondisi saat ini adalah Unilever (UNVR), Jasa Marga (JSMR), Tower Bersama Infrastructure (TBIG), Bank BCA (BBCA), Pakuwon Jati (PWON), Alam Sutera Realty (ASRI), Astra Agro Lestari (AALI), PP London Sumatra Indonesia (LSIP) dan Kalbe Farma (KLBF).