EmitenNews.com - CGS International Securities Singapore mulai memangkas porsi kepemilikan saham Wilton Makmur Indonesia (SQMI). Itu dilakukan dengan menjual 123 juta eksemplar. Transaksi divestasi tersebut telah dipatenkan pada 17 September 2026.

Transaksi penjualan dilakukan dengan harga pelaksanaan Rp98. Menyusul skema harga itu, CGS Securities mengemas dana taktis senilai Rp12,05 miliar. Akibatnya, tabungan saham SQMI dalam genggaman CGS Securities mengalami penyusutan secara perlahan.

Kini, CGS Securities mengempit 2,41 miliar eksemplar setara dengan 15,56 persen. Mengalami penciutan sekitar 0,79 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 2,54 miliar saham atau selevel dengan 16,35 persen.

Kemarin, saham SQMI melejit 1,08 persen alias 1 poin menjadi Rp94. Sejak awal tahun, saham SQMI telah melesat 100 persen alias 47 poin dari edisi 2 Januari 2026 di level Rp47. Kapitalisasi pasar SQMI tercatat Rp1,46 triliun.

Di sisi lain, aksi CGS Seurities tersebut diduga sehubungan rencana Bursa Efek Indonesia menghapus batas harga bawah menjadi Rp1 dari semula Rp50. Perubahan itu, diatur dalam dua SK Direksi BEI yaitu SK nomor Kep-00136/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-A tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas.

Lalu, SK Direksi BEI Nomor Kep-000137/BEI/09-2026 perihal Perubahan Peraturan Nomor II-O tentang Perdagangan Unit Penyertaan Dana Investasi Infrastruktur Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif di Bursa.

Menyusul keputusan itu, akan berdampak pada sejumlah saham selama ini terpaku di harga gocap. Setidaknya, 94 emiten beredar di kisaran Rp1-50. Itu terdiri dari 48 emiten dengan harga di bawah Rp50, dan 46 emiten di level Rp50. (*)