Jenuh Beli, IHSG Susuri Level 7.450-7.500
:
0
Seorang pengunjung mengabadikan pergerakan saham melalui smartphone. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,83 persen menjadi 7.530. Penguatan lanjutan indeks itu, dipicu ekspektasi kesepakatan dagang, perang dagang mereda, dan ekonomi global terhindar dari resesi.
Asian Development Bank (ADB) memprediksi tahun ini pertumbuhan ekonomi Indonesia 5 persen, dan 5,1 persen pada 2026, sama seperti proyeksi sebelumnya. Sebaliknya, ADB menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Kawasan Asia Tenggara menjadi 4,2 persen dari proyeksi sebelumnya 4,7 persen.
Kondisi itu, terutama dikontribusi penurunan proyeksi ekonomi Thailand menjadi 1,8 persen dari 2,8 persen, Malaysia 4,3 persen dari 4,9 persen, Vietnam 6,3 persen dari 6,6 persen, dan Filipina 5,6 persen dari 6 persen. Secara teknikal, tren kenaikan indeks dalam jangka menengah panjang masih cukup kuat.
Namun, dalam jangka pendek, indeks rentan mengalami pullback karena kondisi berada di area overbought. So, sepanjang perdagangan hari ini, Jumat, 25 Juli 2025, indeks diperkirakan berpotensi koreksi di level 7.450-7.500. Eskalasi Thailand dan Kamboja berpotensi menjadi salah satu alasan untuk profit taking.
Ketegangan antara Tiongkok dan Uni Eropa meningkat ketika KTT Uni Eropa-Tiongkok ke-25 dimulai pada Kamis, 24 Juli 2025. Uni Eropa menyerukan kekhawatiran atas ketidakseimbangan perdagangan makin besar pada pertemuan tersebut. Delegasi Amerika Serikat (AS) akan bertemu Tiongkok di Stockholm, Swedia pada 28-29 Juli 2025.
Pertemuan kedua negara adidaya tersebut untuk negosiasi perdagangan serta topik lebih luas, termasuk pembelian minyak mentah Iran dan Rusia oleh Tiongkok. Berdasar data itu, Phintraco Sekuritas menyarankan investor mengoleksi saham BRIS, BBRI, BMRI, BBNI, dan ERAA. (*)
Related News
Wall Street Jeblok, IHSG Kian Kinclong
Harga Minyak Dunia Drop, IHSG Sundul 6.400
IHSG Berpotensi Uji Area 6.476, Pantau Saham-Saham Ini
82 Persen Anggaran ESDM 2027 untuk Program Pro Rakyat, Apa Saja?
Sinyal Bangkitnya IHSG, Analis Sebut 2 Faktor Ini Sebagai Penentu
AS-Iran Bawa Kembali Indeks Kospi ke Level di Atas 8.700





