Jumlah Nasabah Dan Tabungan Bullion Pegadaian Naik Hampir 2 Kali Lipat
Acara Satu Tahun Implementasi Kegiatan Usaha Bullion di Jakarta, Jumat (6/03) ditandai dengan peluncuran Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bullion 2026–2031.(Foto: Ekon)
EmitenNews.com - Kinerja Lembaga Jasa Keuangan Bullion atau simpanan emas PT Pegadaian menunjukkan perkembangan yang positif. Jumlah nasabah meningkat dari 3,2 juta pada Februari 2025 menjadi 5,6 juta pada Februari 2026 pasca peresmian kegiatan usaha bullion. Dalam periode yang sama, tabungan emas masyarakat juga meningkat dari 10,5 ton menjadi 19,25 ton.
Secara keseluruhan, per Februari 2026 Pegadaian mencatat kelolaan lini bisnis emas sebesar 147,8 ton termasuk captive gadai 94 ton, dengan total kelolaan kegiatan usaha bullion sebesar 40,59 ton atau sekitar Rp102 triliun.
Perkembangan positif juga terlihat pada Bank Syariah Indonesia. Total kelolaan emas BSI mencakup cicil, gadai, dan tabungan emas sebelum peluncuran Kegiatan Usaha Bullion pada Januari 2025 sebesar 16,85 ton menjadi 22,5 ton pada Februari 2026. Nasabah tabungan emas meningkat signifikan dari 531.329 pada Desember 2025 menjadi 766.742 pada Februari 2026.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan sejak diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025, kegiatan usaha bullion atau Bank Emas Indonesia menjadi tonggak penting dalam pengelolaan emas nasional secara lebih terintegrasi dari hulu hingga hilir di dalam negeri.
Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, termasuk akibat ketegangan geopolitik Iran–AS, harga emas meningkat cukup signifikan. Perkembangan harga serta meningkatnya jumlah emas yang dikelola melalui kegiatan usaha bullion mencerminkan semakin tingginya literasi dan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai, yang pada saat yang sama turut memperkuat ketahanan sistem keuangan nasional dalam menghadapi volatilitas sektor eksternal.
“Kegiatan usaha bullion khususnya emas yang telah dirintis perlu dimanfaatkan secara optimal agar dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong perekonomian nasional,” ujarnya pada acara Satu Tahun Implementasi Kegiatan Usaha Bullion di Jakarta, Jumat (6/03) .
Berbagai langkah strategis dilakukan untuk memperkuat ekosistem bullion nasional, antara lain melalui penerbitan kebijakan insentif perpajakan, serta fatwa dari DSN-MUI yang memberikan kepastian bagi pengembangan kegiatan usaha bullion berbasis syariah. Selain itu, penguatan ekosistem bullion juga terus didorong melalui peningkatan koordinasi antar pemangku kepentingan serta penguatan kerja sama dengan berbagai institusi internasional.
Pada kesempatan ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha dan Ekosistem Bullion 2026–2031 sebagai arah pengembangan sektor hulu, hilir, dan jasa keuangan bullion. Selain itu, dimulai pula tahap awal pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai wadah koordinasi pelaku industri emas nasional dan mitra strategis pemerintah.
Penerbitan POJK Nomor 2 Tahun 2026 mengenai ETF Emas serta proses pengkajian tokenisasi emas turut mendorong pengembangan instrumen investasi berbasis emas di pasar keuangan. Pengembangan produk bullion, penguatan sinergi dengan sektor keuangan syariah, kemudahan berusaha, serta peningkatan literasi masyarakat akan terus didorong guna memperluas basis investor sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan emas dalam sistem keuangan nasional.
“Melalui penguatan ekosistem bullion yang terintegrasi dan berdaya saing global, kita optimalkan potensi emas nasional untuk mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Genap setahun Bank Bullion hadir, aset kuat, masyarakat tenang,” pungkas Airlangga.(*)
Related News
Cek! Ini 10 Saham Top Gainers dalam Sepekan
IHSG Rontok 7,89 Persen, Kapitalisasi Pasar Sisa Rp13.627 Triliun
Biarkan Debt Collector Bertindak Ilegal, Izin Usaha Bisa Dicabut
Kunjungan Ke Mal Jelang Lebaran Tahun Ini Diperkirakan Meningkat 15%
BINA Lebaran 2026 Targetkan Transaksi Rp53,38 Triliun
Indonesia Bertekad Jadi Hub Manufaktur Furnitur Global





