Kedoya Adyaraya (RSGK) Tarik Utang Rp200M dari BNGA
:
0
RS GRHA Kedoya milik emiten PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK).
EmitenNews.com - PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) memperoleh peningkatan fasilitas kredit dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA)..
Corporate Secretary RSGK Agus Rosyadi menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis yang dikutip Minggu (16/11) bahwa nilai Fasilitas Pinjaman Transaksi Khusus Extra on Revolving Basis, Fasilitas Kredit Langsung Uncommitted ditingkatkan hingga tertakar Rp200 miliar.
Agus menjelaskan bahwa fasilitas ini tak hanya diberikan kepada RSGK, tetapi juga kepada PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) selaku entitas pengendali, beserta jaringan entitas terkait yang meliputi PT Sarana Meditama International (SMI), PT Sarana Meditama Anugerah (SMA), PT Kurnia Sejahtera Utama (KSU), PT Unggul Pratama Medika (UNPM), PT Utama Pratama Medika (UTPM), dan PT Sinar Medika Sejahtera (SMS).
Sebagai bagian dari persyaratan, SAME dan anak usahanya menyerahkan agunan berupa sertifikat Hak Guna Bangunan yang dibebani Hak Tanggungan Peringkat I dengan nilai penjaminan Rp150 miliar untuk menjamin seluruh fasilitas dari CIMB.
Agus menambahkan bahwa transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi. Namun, berdasarkan ketentuan POJK No. 42/2020, transaksi tersebut tidak termasuk transaksi yang mengandung benturan kepentingan.
Sebagai informasi, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) dan PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK) memiliki hubungan kepemilikan dan afiliasi bisnis. SAME, yang merupakan bagian dari Grup Emtek dan mengelola Omni Hospitals (dan juga EMC Healthcare), telah mengakuisisi saham mayoritas RSGK.
Related News
WSKT Catat Kontrak Baru Rp3,1 Triliun, Kebut Bandara Timor Leste
RATU Bagi Dividen Rp122,17 Miliar, 46 Persen Laba 2025
Aktor hingga Keponakan Luhut Kompak Mundur usai RAAM Merugi Rp34M
TAMA Minta Restu Pemegang Saham untuk Jual Aset Premium di Jaksel
RAAM Puasa Dividen Usai Merugi, Siapkan Rights Issue 1,36 Miliar Saham
Pengendali Serok 8,09 Persen Saham BSDE Setara Rp1,5 Triliun





