EmitenNews.com - BFI Finance Indonesia (BFIN) mendapat suntikan modal Rp2,8 triliun. Fasilitas tersebut meluncur dari Bank Central Asia (BBCA). Fasilitas tersebut telah diteken pada 30 Desember 2022. 


Fasilitas kredit tersebut terdiri dari installment loan 6 sejumlah Rp2 triliun dengan jangka waktu sampai 3 tahun. Fasilitas tersebut untuk modal kerja usaha pembiayaan. Kemudian, perubahan limit fasilitas kredit multi fasilitas menjadi Rp800 miliar. 


”Transaksi telat dilakukan pada 30 Desember 2022 untuk kebutuhan modal kerja perseroan,” tulis Sudjono, Direktur BFI Finance Indonesia. 


Sementara saham BFI Finance pagi stagnan di kisaran Rp1.030 per lembar. Sepanjang 52 pekan terakhir, saham BFI Finance menyentuh level tertinggi Rp1.460 per lembar, dan terendah Rp935 per helai. Saham BFI Finance menggendong kapitalisasi pasar Rp16,45 triliun. (*)