Ketagihan, Clearstream Kembali Serok 130 Ribu Saham Bumi Resources (BUMI)
:
0
EmitenNews.com - PT Clearstream Banking S.A Luxembourg membeli 130 ribu saham Bumi Resources (BUMI). Perusahaan berbasis di 42 Avenue JF Kennedy Amerika Serikat (AS) itu, keluar masuk saham emiten tambang Bakrie Group tersebut.
Hanya, sayangnya transaksi pada 9 Maret 2022 tersebut berselimut misteri. Maklum, perusahaan asal negeri Uncle Sam itu, tidak mengungkap detail mengenai tujuan, nilai transaksi, dan angka pembelian per lembar.
Menyusul transaksi itu, Clearstream kini menguasai saham eks emiten sejuta umat tersebut sebanyak 7.445.493.330 lembar atau 6,84 persen. Bertambah dari sebelumnya 7.445.363.330 lembar setara 6,84 persen.
Sebelumnya, Clearstream, dan Barclays Capital Securities Ltd SBL/PB Account mengurangi kepemilikan saham Bumi Resources. Kedua perusahaan itu, serentak mendivestasi 2.469.159.015 atau 2,46 miliar. Obral saham itu, terjadi periode 21,23, dan 25 Februari 2022.
Clearstream membuang 2.061.835.615 alias 2,06 miliar saham Bumi. Itu dilakukan dua tahap. Tahap pertama pada 23 Februari 2022, dengan melepas 1,81 miliar lembar. Lalu, pada 25 Februari 2022 Clearstream menjual 248,82 juta lembar. Menyusul aksi itu, koleksi saham Clearstream terisa 6,84 persen atau 7,44 miliar lambar. Mengalami reduksi 2,07 persen dari sebelum transaksi sebanyak 8,91 persen alias setara 9,69 miliar lembar.
Sementara itu, Barclays Capital melepas 407,32 juta lembar. Aksi itu, dilakukan pada 21 Februari 2022. Menyusul divestasi saham Bumi Resources itu, tabulasi saham Barclays Capital turun menjadi 5,47 miliar lembar atau 5,04 persen. (*)
Related News
Folago Global Nusantara (IRSX) Berhasil Cetak Laba Bersih di 1Q 2026
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026





