Kinerja Bakal Terkerek, Sarana Mitra (SMIL) Gandeng Produsen Forklif Asal China
EmitenNews.com - Perusahaan penyewaan forklift dan material handling equipment PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) akan terus menambah pasarnya dengan menggandeng produsen forklif global, Anhul Forklift Group (HELI), untuk pemasaran forklift di Indonesia.
Kerja sama ini didukung semakin meningkatnya permintaan forklift di dalam negeri. Harapannya pangsa pasar dari bisnis SMIL bakalan semakin berkembang.
Nantinya, SMIL akan menjadi perusahaan rental forklift pertama yang mengadopsi teknologi baterai lithium secara fleet di Indonesia.
Direktur SMIL Winston Suhermin mengatakan kerjasama ini bakal mendongkrak pertumbuhan pendapatan tahun 2023. Hal itu terbukti pada semester I-2023 Pertumbuhan laba dari pendapatan usaha perseroan dari Rp 131,41 miliar pada semester I-2022 menjadi Rp 173,69 miliar pada semester I-2023 atau tumbuh 32,28%.
SMIL akan menjadi perusahaan rental forklift pertama yang mengadopsi teknologi baterai lithium secara fleet di Indonesia. Keseriusan perseroan menggunakan baterai lithium didukung sejumlah keunggulan teknologi ini, yaitu fast charging, maintenance-fee, dan ramah lingkungan.
SMIL juga sebelumnya telah mengadopsi teknologi baterai lithium di Indonesia setelah perseroan ditunjuk menjadi agen tunggal pemegang merek (ATPM) penjualan baterai lithium di Indonesia.
"Adopsi teknologi baterai lithium forklift akan meningkatkan added value kepada pelanggan yang pada akhirnya dapat meningkatkan penjualan dan profitabilitas perusahaan," ujar Winston dalam keterangannya, Rabu (2/8).
Sebelumnya SMIL juga menambah 250 unit forklift baru dalam waktu satu sampai dua tahun ke depan. Proyeksi ini disesuaikan besaran belanja modal SMIL dari tahun ke tahun
Winston mengungkapkan bahwa penambahan jumlah forklift sebanyak 250 unit forklift tersebut dari berbagai ukuran.
Related News
Siaga Lonjakan Listrik Saat Lebaran, PGEO Pastikan Pasokan Aman
Ngotot Mau Akuisisi Jungleland Yang Masih Merugi, Ini Alasan JGLE
Topline 2025 DAAZ Menguat Jadi Rp13T, Laba Malah Jeblok 42,1 Persen
Laba Emiten Poultry (CPIN) Melonjak 52 persen ke Rp5,6 Triliun di 2025
Terpangkas 91,93 Persen, MBAP Akumulasi Laba USD1,54 Juta
Pendapatan Rp6,44T, Laba SGRO Anjlok 44,26 Persen





