EmitenNews.com - Pradiksi (PGUN) per 30 September 2026 mengemas laba bersih Rp135,44 miliar. Melonjak 33,53 persen dari episode sama tahun lalu sejumlah Rp101,43 miliar. Oleh sebab itu, laba per saham dasar emiten asuhan H Isam tersebut ikut terangkat menjadi 23,61 dari sebelumnya Rp17,68.

Penjualan bersih Rp566,1 miliar, surplus 5,25 persen dari edisi sama tahun lalu Rp537,83 miliar. Beban pokok penjualan Rp325,79 miliar, menciut dari periode sama tahun sebelumnya Rp338,27 miliar. Laba kotor terkumpul Rp240,3 miliar, mengalami lompatan dari fase sama 2025 senilai Rp199,55 miliar.

Beban penjualan Rp10,85 miliar, berkurang dari Rp12,22 miliar. Beban umum dan administrasi Rp58,04 miliar, bengkak dari Rp32,56 miliar. Keuntungan atas perubahan nilai wajar aset biologis Rp16,25 miliar, meroket 366,83 persen dari posisi sama tahun lalu minus sebesar Rp6,09 miliar.

Laba usaha Rp187,67 miliar, melejit dari Rp148,67 miliar. Beban keuangan Rp18,25 miliar, menciut dari Rp24,43 miliar. Lain-lain Rp4,4 miliar, turun dari Rp5,67 miliar. Laba sebelum pajak penhasilan Rp173,82 miliar, melambung dari Rp129,9 miliar.

Jumlah ekuitas Rp2,01 triliun, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp1,91 triliun. Total liabilitas terakumulasi Rp513,1 miliar, mengalami penyusutan dari akhir 2025 senilai Rp602,11 miliar. Jumlah aset Rp2,52 triliun, naik tipis dari periode akhir tahun lalu Rp2,52 triliun.

Di sisi lain, saham PGUN mengawali perdagangan pagi ini langsung terbang. Meroket 3,75 persen alias 300 poin menjadi Rp8.300. Lima hari terakhir, saham PGUN tumbuh 27,01 persen atau 1.850 poin dari edisi 19 Oktober 2026 di level Rp6.850. (*)