EmitenNews.com - PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat jumlah pengguna layanan cash management system (CMS) atau Muamalat Digital Integrated Access (MADINA) meningkat 13 persen year on year (yoy). Per akhir Desember 2025 sudah menjadi lebih dari 13.700 pengguna.

Dalam keterangannya Kamis (9/4/2026), Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono mengatakan hasil ini menjadi bukti suksesnya strategi perseroan yang gencar menjalin kerja sama dengan berbagai institusi. Juga menerapkan implementasi sejumlah inisiatif yang relevan.

Dengan begitu, kepercayaan nasabah korporasi tetap terjaga untuk terus menggunakan layanan MADINA.

Penting diketahui MADINA merupakan layanan internet banking bagi nasabah korporasi untuk memonitor dan melakukan transaksi perbankan non tunai atas seluruh rekening yang berada di Bank Muamalat secara real time.

Tak hanya dari sisi jumlah pengguna, kinerja positif MADINA juga positif dari sisi frekuensi transaksi dengan lonjakan hingga 12 persen yoy menjadi 2 juta transaksi.

Volume transaksi MADINA tercatat menembus lebih dari Rp48 triliun pada akhir 2025.

Salah satu inisiatif yang dilakukan pada tahun lalu yakni penambahan fitur online foreign exchange (Online FX). Fitur ini memungkinkan nasabah korporasi melakukan transaksi valuta asing dengan kurs counter secara online lewat MADINA.

Menurut Imam, volume transaksinya pun terus menuai hasil positif. Ia menyebut kinerja layanan MADINA turut memberikan kontribusi terhadap total dana murah atau current account saving account (CASA) Bank Muamalat.

Selain itu, layanan virtual account (VA) yang terintegrasi dengan MADINA juga mencatatkan peningkatan frekuensi transaksi 14 persen yoy menjadi 4,8 juta transaksi. Alhasil, volume transaksi VA naik 14 persen yoy menjadi Rp7,8 triliun.

"Kemitraan strategis dengan institusi menjadi kunci utama di balik moncernya performa MADINA," kata Imam.

Perseroan akan terus menjajaki penetrasi pada sektor pendidikan, lembaga pemerintah, rumah sakit, komunitas dan ekosistem Muslim, serta lembaga keuangan syariah seperti bank pembiayaan rakyat syariah.

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 47,5 persen

Sementara itu, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk membukukan pertumbuhan laba sebelum pajak (profit before tax) sebesar 47,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp30,1 miliar per 31 Desember 2025.

"Alhamdulillah, konsolidasi bisnis yang kami lakukan telah menunjukkan hasil positif. Sejumlah indikator utama sepanjang 2025 berhasil kami jaga untuk tumbuh positif, di antaranya aset, pembiayaan, dan DPK," kata Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Laporan itu menyebutkan, per akhir Desember 2025, total pembiayaan Bank Muamalat tumbuh sebesar 10,1 persen yoy mencapai Rp18,5 triliun.

Sedangkan pembiayaan bagi hasil mudharabah tumbuh 42,9 persen yoy dari Rp379,9 miliar per Desember 2024 menjadi Rp543,1 miliar per Desember 2025.

Pada periode yang sama, total aset meningkat sebesar 3,8 persen yoy menjadi Rp62,3 triliun.