EmitenNews.com – PT Pemeringkat Efek Indonesia atau dikenal dengan Pefindo memberikan afirmasi rating idAAA untuk anak usaha grup Telkom PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk/Mitratel (MTEL). Untuk diketahui, rating idAAA merupakan rating yang paling tinggi dan bersifat investment grade.

 

“Outlook untuk peringkat Perusahaan (Mitratel) adalah stabil. Peringkat tersebut mencerminkan posisi pasar Mitratel yang superior di industri menara telekomunikasi, visibilitas pendapatan yang kuat, serta profil keuangan yang sangat kuat,” tulis Pefindo dalam dokumen “Rating Summary” yang dikutip Senin 7 Agustus.

 

Dalam update rating tersebut, Pefindo juga menyematkan rating idAAA untuk Medium Term Notes (MTN) senilai maksimal Rp 1 triliun. Afirmasi ulang rating tersebut dilakukan pasca Mitratel merilis kinerja keuangan semester I-2023 yang mentereng.

 

Mitratel meraih laba bersih Rp1,02 triliun, atau meningkat 14,7% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya sebesar Rp892 miliar. Pertumbuhan laba ditopang oleh kenaikan jumlah tenant, monetisasi bisnis serta peningkatan efisiensi kinerja perusahaan.

 

Perseroan juga mencatatkan pendapatan pada periode Semester I-2023 sebesar Rp 4,13 triliun tumbuh 10,8%. Segmen bisnis sewa menara memiliki kontribusi terbesar terhadap pendapatan sebanyak 84%.

 

Sejumlah sekuritas mengapresiasi kinerja keuangan perseroan pada Semester I-2023 yang sejalan dengan guidance yang ditetapkan manajemen pada awal tahun serta sesuai dengan ekspektasi para analis.

 

Di sisi lain salah satu aspek yang mencolok dari kinerja Mitratel adalah kekuatan neracanya terutama dari sisi porsi utang yang rendah. Hingga paruh pertama tahun 2023, Mitratel memiliki rasio utang berbunga terhadap EBITDA 2,37x jauh di bawah kovenan perbankan 5x.

 

Analis MNC Sekuritas Andrew Susilo dalam laporan risetnya menyatakan di tengah potensi industri telekomunikasi terutama menara yang masih dapat tumbuh, porsi utang Mitratel yang rendah juga memberikan ruang perseroan untuk ekspansi melalui pendanaan dari utang.

 

Di sisi lain porsi utang Mitratel yang rendah juga membuat kinerja terutama laba bersih perseroan menjadi lebih stabil. Andrew merekomendasikan Buy untuk saham Mitratel dengan target harga Rp 850/saham.