EmitenNews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus berupaya melakukan pengembangan pasar modal syariah. Salah satunya dengan melakukan kerja sama peningkatan edukasi dan literasi pasar modal syariah di kalangan warga Muhammadiyah. Melalui kerja sama ini, diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk terlibat dalam pasar modal syariah sekaligus turut berkontribusi bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.


Dalam rilisnya Kamis (6/4/2023), Sekretaris Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia, Yulianto Aji Sadono mengungkapkan, kerja sama tersebut ditandai dengan seremoni pembukaan perdagangan BEI dalam rangka Pencanangan Edukasi dan Literasi Pasar Modal Syariah kepada Warga Muhammadiyah yang diselenggarakan pada Kamis (6/4/2023), di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta.


Beberapa poin penting kerja sama ini adalah kolaborasi edukasi dan literasi pasar modal syariah bagi warga Muhammadiyah melalui perguruan tinggi Muhammadiyah, serta pendirian pusat kajian pengembangan pasar modal syariah bersama Universitas Muhammadiyah Makassar di Kawasan Timur Indonesia oleh Pimpinan Pusat dengan Pimpinan Wilayah Sulawesi Selatan. Selain itu, kerja sama ini juga meliputi sinergi dengan Majelis Tarjih untuk pendalaman aspek fiqih pasar.


Seremoni pembukaan perdagangan saham BEI tersebut dihadiri oleh Direktur Utama BEI Iman Rachman, Direktur Pengembangan BEI Jeffrey Hendrik, Ketua Bidang Pendidikan, Kebudayaan, dan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Irwan Akib, M.Pd. serta Wakil Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Alpha Amirrachman, Ph.D.


Turut hadir dalam acara pembukaan ini, Wakil Direktur Pasca Sarjana Universitas Muhammadiyah Makassar, Dr. A. Ifayani Haanurat, M.M., dan Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Makassar, Agusdiwana Suarni, S.E., MACC.


Kegiatan ini salah satu komitmen BEI untuk memberikan edukasi menyeluruh kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, dalam hal ini kepada warga Muhammadiyah. Dari kerja sama ini diharapkan dapat mendorong peningkatan jumlah investor pasar modal yang cerdas dan teredukasi.


Dalam jangka panjang, meningkatnya literasi dan inklusi pasar modal syariah di Indonesia dapat memberikan manfaat yang besar bagi pengembangan pasar modal syariah secara keseluruhan. Dengan begitu Indonesia dapat menjadi pusat pasar modal syariah yang berkembang dan berkelanjutan. ***