Komoditas Melejit, IHSG Lanjut Menyala
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street akhir pekan lalu ditutup bervariasi mayoritas menguat tipis. Itu terjadi memasuki hari ketiga penghentian operasional pemerintahan federal (government shutdown). Koreksi saham teknologi berkapitalisasi besar memaksa Nasdaq menyusuri zona merah.
Misalnya, Palantir Technologies drop 7,47 persen, Tesla anjlok 1,42 persen, dan Nvidia susut 0,67 persen. Investor relatif tidak khawatir terhadap government shutdown. Pasalnya, secara historikal dampak terhadap ekonomi relatif kecil. Para pemodal khawatir prospek pertumbuhkan ekonom, kebijakan pemerintah, risiko inflasi, dan perlambatan sektor tenaga kerja.
Penguatan mayoritas indeks bursa Wall Street, dan mayoritas harga komoditas diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Aksi jual investor asing reda berpeluang menjadi tambahan sentimen positif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). So, indeks diprediksi akan bergerak menguat.
Sepanjang perdagangan hari ini, Senin, 6 Oktober 2025, indeks akan menjalani kisaran support 8.075-8.030, dan resistance 8.160-8.205. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor untuk mengoleksi saham PTRO, HMSP, ASII, BREN, BUKA, dan NCKL. (*)
Related News
10 Sektor Jadi Pendorong, IHSG Awal Pekan Tancap Gas ke 8.859,19
3 Emiten Asuransi Paling Terdampak POJK 23, Bakal Aksi Korporasi Baru?
Perkuat Strategi, Manulife Indonesia Gelar Mega Kick Off 2026
18 dari 19 Emiten Saham Asuransi Kompak Ngegas Hari Ini, Ada Apa?
Pupuk Kaltim Klaim Produksinya di 2025 Lampaui Target
Tambang Menggeliat, IHSG Tembus 8.804,84 di Sesi I





