Konflik Memanas, IHSG Susuri Zona Merah
:
0
Suasana main hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street mengawali pekan kemarin ditutup melemah tipis. Itu seiring lonjakan ketidakpastian kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Hubungan AS dan Iran kembali memanas setelah militer AS menembak dan menangkap kapal kargo milik Iran di Teluk Oman.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menghancurkan seluruh pembangkit listrik, dan jembatan kalau Iran tidak menandatangani kesepakatan dengan AS saat gencatan senjata sudah berlangsung selama dua pekan berakhir. Tindakan dan ancaman itu setelah Iran menolak terlibat perundingan tahap kedua di Pakistan pekan ini.
Koreksi indeks bursa Wall Street diprediksi menjadi sentimen negatif pasar. Lonjakan harga komoditas berpeluang menjadi sentimen positif indeks harga saham gabungan (IHSG). Jadi, IHSG akan bergerak bervariasi cenderung melemah. Sepanjang perdagangan Selasa, 21 April 2026, IHSG akan menyusuri kisaran support 7.590-7.535, dan resistance 7.705-7.760.
Menilik data tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyodorkan kepada para investor sejumlah saham unggulan layak untuk menjadi bahan koleksi. Yaitu, Triputra Agro Persada (TAPG), Dharma Satya Nusantara (DSNG), Bumi Resources Minerals (BRMS), J Resources Asia (PSAB), Hartadinata (HRTA), dan Energi Mega (ENRG). (*)
Related News
Top Losers Sepekan, MORA, ENRG, IFSH Kompak Ambles 29 Persen
Top Gainers Sepekan, Ada Eks Saham Gocap, MMIX hingga TMPO
IHSG Turun 7 Persen Sepekan, Market Cap Jebol ke Rp8.862 Triliun
Tuna dan Gurita RI Laris, Raup Rp522 Miliar di Conxemar 2026
PT SMI Lunasi Obligasi Rp945,2 Miliar Tepat Waktu
Pertamina Patra Niaga Gandeng KDKMP Pasok Jelantah untuk Avtur





