Konflik Surut, Investor Merangsek Pasar
:
0
Suasana di plataran Banten Wulung Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mayoritas indeks utama Wall Street kemarin kembali ditutup menguat. Itu menyusul ekspektasi penyelesaian konflik Timur Tengah. Optimisme pasar tumbuh seiring harapan perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran menemui titik akhir. Harga minyak dunia ikut melandai merespons situasi tersebut.
Sentimen positif itu, dipicu pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump. Trump menyebut Presiden Iran telah meminta gencatan senjata kepada AS. Namun, Trump menegaskan, AS hanya akan mempertimbangkan hal tersebut jika jalur strategis Selat Hormuz benar-benar terbuka, dan aman.
Sebelumnya, Trump menyampaikan pernyataan kepada wartawan di Gedung Putih. Ia memperkirakan pasukan militer AS akan meninggalkan Iran dalam dua atau tiga minggu. Itu memicu aksi beli di pasar saham karena kekhawatiran perang mulai mereda. Investor kini menanti pidato resmi Trump pada Rabu malam waktu AS.
Pidato Trump itu, diharapkan memberikan kejelasan lebih lanjut soal arah konflik, dan kebijakan pemerintah ke depan. Penguatan kembali mayoritas indeks utama Wall Street diprediksi menjadi sentimen positif kuat untuk pasar. Net sell asing, dan harga beberapa komoditas global turun akan menjadi sentimen negatif.
So, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 2 April 2026, indeks akan menyusuri area support 7.074-6.961, dan resistance 7.295-7.413. Menilik data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia menyarankan investor mengoleksi saham berikut.
Yaitu, Archi Indonesia (ARCI), Mayora Indah (MYOR), Japfa Comfeed Indonesia (JPFA), Merdeka Copper Gold (MDKA), Bumi Resources Minerals (BRMS), dan Amman International (AMMN). (*)
Related News
I-EU CEPA Siap Diteken: Sawit, Karet, Alas Kaki Bebas Tarif
Jajaran Top Losers Sepekan, TCPI, TMPO Hingga FILM
Emiten H Isam (JARR) Masuk Top Gainers Sepekan, Cek Daftar Lengkapnya
Menguat Lagi, IHSG Ditutup di Zona Hijau Sepekan
Pembiayaan Pindar UMKM Tembus Rp35,12 Triliun, Naik 23,25%
Regulator-Pelaku Industri Bersinergi, Soroti Tata Kelola Aset Kripto





