IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Konsumsi Masih Terbatas, BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan RI

21/04/2021, 08:00 WIB

Konsumsi Masih Terbatas, BI Turunkan Proyeksi Pertumbuhan RI

EmitenNews - Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2021 akan berada pada kisaran 4,1% - 5,1%. Angka ini lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang berada pada kisaran 4.3% - 5.3%.


Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengungkapkan, revisi prakiraan pertumbuhan ekonomi RI tersebut antara lain didasarkan pada fakta bahwa perbaikan konsumsi swasta sebagaimana tercermin pada indikator ekspektasi konsumen dan penjualan eceran sampai dengan bulan Maret 2021 cenderung terbatas.


"Hal ini sejalan dengan masih terbatasnya mobilitas masyarakat di tengah upaya Pemerintah yang terus melakukan akselerasi program vaksinasi nasional," katanya usai Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) di Jakarta, Selasa (20/4/2021).


Secara umum sebenarnya ekonomi domestik makin membaik, terutama didukung oleh membaiknya kinerja ekspor dan belanja fiskal. BI memperkirakan kinerja ekspor terus membaik, lebih tinggi dari proyeksi awal tahun, terutama didorong oleh komoditas CPO, bijih logam, pulp and waste paper, serta kendaraan bermotor dan besi baja.


"Peningkatan ekspor tersebut ditopang oleh kenaikan permintaan dari negara mitra dagang utama, khususnya Tiongkok," sebut Perry. Secara spasial kinerja ekspor yang membaik terjadi di wilayah Jawa dan Sulawesi-Maluku-Papua (Sulampua). Stimulus fiskal Pemerintah dalam bentuk bantuan sosial, belanja barang dan belanja modal juga terus meningkat lebih tinggi dari perkiraan.


"Ke depan, perbaikan ekonomi domestik diperkirakan akan semakin membaik didukung oleh perbaikan kinerja ekspor, berlanjutnya stimulus fiskal, dan perbaikan investasi sebagaimana tercermin pada PMI manufaktur yang terus meningkat," imbuhnya


Namun ia mengingatkan, implementasi vaksinasi dan disiplin dalam penerapan protokol Covid-19 diperlukan untuk mendukung percepatan perbaikan permintaan domestik.(*)


Author: F J