IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Korupsi Bansos Corona, Eks Mensos Didakwa Terima Suap Rp32,5 Miliar

21/04/2021, 13:44 WIB

Korupsi Bansos Corona, Eks Mensos Didakwa Terima Suap Rp32,5 Miliar

EmitenNews.com - Kasus korupsi dana bansos virus Corona yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara memasuki sidang tuntutan, Rabu (21/4/2021). Jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi mendakwa terdakwa menerima suap sekitar Rp32,5 miliar. Politikus PDI Perjuangan itu, menerima uang haram tersebut dari para pengusaha yang menggarap proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19.

 

Persidangan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Jakarta yang dipimpin Muhammad Damis itu, berlangsung di Ruang Sidang Kusumaatmadja 4, Lantai 1. Terdakwa Juliari yang mengenakan batik hijau lengan panjang, tiba di ruang persidangan pukul 10.25 WIB. Kehadirannya langsung mendapat sorotan awak media. Ia terlihat tenang, duduk ditemani kuasa hukumnya sambil berbisik-bisik.

 

Selain itu, dua terdakwa lainnya yang merupakan pejabat pembuat komitmen Kementerian Sosial yakni Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono juga akan menghadapi sidang perdana. 

 

Saat membacakan surat dakwaan, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (21/4/2021), JPU menyebutkan, puluhan miliar uang dugaan suap untuk Juliari Batubara itu berkaitan dengan penunjukan sejumlah perusahaan penggarap proyek bansos Covid-19. Di antaranya, PT Pertani, PT Mandala Hamonangan Sude, dan PT Tigapilar Agro Utama.


Author: N A