EmitenNews.com - Kota Cirebon, Jawa Barat siap menjadi etalase sekaligus penghubung pemasaran berbasis komunitas untuk produk kopi dari Gunung Ciremai. Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, menilai kotanya sebagai kota jasa dan perdagangan sangat memungkinkan untuk menjadi hub promosi produk kopi dari kawasan Gunung Ciremai.

Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Jawa Barat, memastikan kesiapan daerahnya sebagai etalase sekaligus penghubung pemasaran berbasis komunitas untuk produk kopi dari Gunung Ciremai.

“Biji kopinya diambil dari wilayah Cibeureum di Kabupaten Kuningan, yang masuk kawasan kaki Gunung Ciremai,” kata Kepala DKUKMPP Kota Cirebon Iing Daiman di Cirebon, Rabu.

Saat ini sejumlah UMKM di Kota Cirebon telah memanfaatkan biji kopi dari kaki Gunung Ciremai sebagai bahan baku utama, salah satunya bahkan sudah mengembangkan produk wine coffee.

“Biji kopinya diambil dari wilayah Cibeureum di Kabupaten Kuningan, yang masuk kawasan kaki Gunung Ciremai,” katanya.

Kualitas biji kopi Gunung Ciremai sudah mendapat perhatian pelaku maupun pecinta minuman kopi di kancah internasional.

Iing mencontohkan, ada salah satu penggiat kopi asal Korea Selatan yang tertarik pada produk kopi buatan UMKM asal Kota Cirebon, sekaligus menanyakan langsung lokasi penanaman kopi tersebut.

Penggiat kopi itu langsung mendatangi kawasan perkebunan kopi di Gunung Ciremai hingga ketinggian sekitar 2.650 meter di atas permukaan laut (Mdpl). Dari kunjungan itu, dipastikan kopi di sana itu tidak terkontaminasi pestisida, mulai dari pupuk sampai proses budidaya.

Satu hal, pemerintah daerah berperan penting dalam menjembatani petani kopi dengan pelaku UMKM, komunitas, hingga pasar, agar produk kopi dari Gunung Ciremai memiliki nilai tambah.

“Kami berupaya memfasilitasi promosi dan pemasaran agar kopi Gunung Ciremai semakin dikenal luas,” katanya.

Perkebunan kopi di Gunung Ciremai masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Untuk Kabupaten Kuningan, dinas setempat mencatat produksi kopi mencapai 1.236 ton selama tahun 2025, dengan komoditas robusta masih menjadi penyumbang terbesar.

Selama periode tersebut produksi kopi di Kabupaten Kuningan, jauh lebih tinggi ketimbang realisasi panen pada 2024 yang jumlahnya sekitar 775,8 ton.

Kota Cirebon memiliki potensi besar menjadi etalase produk kopi tersebut, sekaligus pusat distribusi dan pemasaran. Untuk itu DKUKMPP juga berencana menghubungkan komunitas penggiat kopi, kedai, dan kafe agar penggunaan biji kopi Ciremai semakin masif. Harapannya, kopi Ciremai bisa menjadi brand kuat seperti kopi Gayo atau daerah lainnya di Tanah Air. ***