EmitenNews.com- PT Sky Energy Indonesia Tbk. (JSKY)  hingga periode 30 September 2020 membukukan laba bersih sebesar Rp17,14 miliar. Posisi tersebut turun 38,91 persen dibandingkan catatan pada kuartal III/2019 saat JSKY meraup laba bersih Rp26,08 miliar. Berdasarkan laporan keuangan JSKY pada laman BEI Senin (21/12) disebutkan, penyebab utama penurunan itu adalah anjloknya penjualan baik secara domestik maupun ekspor. Kontribusi pendapatan dari penjualan domestik pada kuartal III 2020 tercatat sebesar Rp127,77 miliar, jauh di bawah perolehan kuartal III 2019 sebesar Rp255,61 miliar. Penerimaan perusahaan dari ekspor juga anjlok cukup dalam. Perusahaan hanya mampu mencetak pendapatan Rp62,18 miliar berbanding torehan kuartal III 2019 senilai Rp102,11 miliar. perseroan membukukan laba kotor senilai Rp46,84 miliar, turun dari posisi untung Rp87,34 miliar pada kuartal I 2019. Emiten yang bergerak di bidang pembangkit listrik itu tercatat memiliki liabilitas sebesar Rp282,05 miliar, turun 11,2 persen dibandingkan catatan kuartal III 2019 sebesar Rp317,63 miliar. Sementara untuk ekuitas JSKY tercatat sebesar Rp235,51 miliar atau tumbuh cukup signifikan dari ekuitas perseroan pada tahun sebelumnya yang hanya Rp218,36 miliar. Sehingga Total Aset Perseroan per 30 September 2020 sebesar Rp517,56 miliar tergerus dari aset JSKY pada tahun 2019 yang tercatat sebesar Rp536,00 miliar.