Kurangi Kepemilikan, Saham Direktur CYBR Ini Tersisa 0,463 Persen
:
0
Ilustrasi PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR). dok. Berita Investor.
EmitenNews.com - Direktur PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR), Bambang Susilo mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 11 dan 14 Oktober 2024. Setelah transaksi itu, kepemilikan saham Bambang Susilo di CYBR berkurang. Kini tersisa 0,463 persen. Bambang mengikuti langkah dua direktur CYBR, Eko Prasudi Widianto dan Doni Mora telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada 20 September dan 23 September 2024.
Dalam keterangan tertulisnya Selasa (15/10/2024), Direktur CYBR, Doni Mora menyampaikan bahwa Bambang Susilo telah menjual sebanyak 1.537.600 lembar saham CYBR di harga Rp310-Rp320 per saham.
Bambang Susilo juga pernah menjual sebanyak 300.000 lembar saham CYBR di harga Rp304 per sahama pada tanggal 3 September 2024.
"Tujuan transaksi adalah untuk Investasi lainnya dengan kepemilikan saham langsung," tuturnya.
Setelah penjualan maka kepemilikan saham Bambang Susilo di CYBR berkurang menjadi 29,83 juta lembar saham setara dengan 0,463%. Bandingkan dengan sebelumnya sebanyak 31,37 juta lembar saham setara dengan 0,486%.
Sebelumnya, PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR) menyampaikan bahwa dua direkturnya, Eko Prasudi Widianto dan Doni Mora telah mengurangi porsi kepemilikan sahamnya pada tanggal 20 September dan 23 September 2024.
Direktur CYBR, Doni Mora dalam keterangan tertulisnya Selasa (24/9/2024) menyampaikan bahwa Eko Prasudi Widianto telah menjual total sebanyak 281.000 lembar saham CYBR di harga Rp372-Rp376 per saham.
Sebelumnya, Eko Prasudi Widianto juga pernah menjual sebanyak 1.265.400 lembar saham CYBR di harga Rp314-Rp334 per saham pada tanggal 3 September 2024.
Sementara itu, Doni Mora telah menjual total sebanyak 657.900 lembar saham CYBR di harga Rp370-Rp380 per saham.
Pascapenjualan maka kepemilikan saham Eko Prasudi Widianto di CYBR berkurang menjadi 19,20 juta lembar saham setara dengan 0,298% dibandingkan sebelumnya sebanyak 19,48 juta lembar saham setara dengan 0,302%.
Related News
Pasok Modal Kerja Arutmin, BUMI Terbitkan Obligasi Rp1,8 Triliun
Pendapatan BUMI Tembus USD417 Juta Q1-2026, Laba Lompat 35,16 Persen!
Penjualan Lesu, Laba Emiten Low Tuck Kwong (BYAN) Drop Dobel Digit
Rampungkan Proyek Jumbo, Emiten Semen BUMN Ini Siap Serbu Pasar Ekspor
Penjualan Terkoreksi, Laba GJTL Tetap Tumbuh 7,77 Persen di Q1-2026
Pengendali BMAS Fasilitasi Kredit Nyaris Rp5T, Telisik Realisasinya!





