Laba BBRI Lompat 17,5 Persen, Ditopang Pendapatan Bunga Bersih Rp80,5T
:
0
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) (Foto: EmitenNews)
EmitenNews.com - PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mencetak laba bersih konsolidasian Rp31,18 triliun pada semester I 2026, meningkat 17,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp26,53 triliun.
Kenaikan laba bersih tersebut tak lepas dari perolehan pendapatan konsolidasian perseroan yang meningkat 10,1% dari Rp73,71 triliun pada semester I 2025 menjadi Rp81,17 triliun di semester I 2026.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui website resmi perseroan, Senin (31/8/2026), diketahui pendapatan BBRI di sepanjang semester I berasal dari pendapatan bunga Rp81,77 triliun. Setelah dikurangi beban bunga, pendapatan bunga bersihnya mencapai Rp80,53 triliun atau naik 9,9% dibandingkan Rp73,24 triliun.
Ditambah porsi dari jasa asuransi, BBRI mencatat total pendapatan konsolidasi Rp81,18 triliun, naik 10,1% dibandingkan Rp73,71 triliun pada semester I 2025.
Setelah memperhitungkan beban operasional dan pendapatan operasional lainnya, perseroan mencatat laba operasional semester I 2026 mencapai Rp40,17 triliun, menguat sekitar 14,8% dibandingkan Rp35 triliun pada semester I 2025.
Selanjutnya, setelah memperhitungkan pendapatan dan beban nonoperasional serta pajak, BBRI mencatat laba bersih periode berjalan sebesar Rp31,18 triliun, naik 17,5% dibandingkan Rp26,53 triliun pada semester I 2025.
Seiring dengan peningkatan laba, laba per saham BBRI turut menguat dari Rp174 per saham menjadi Rp205 per saham.
Dengan demikian, kinerja semester I 2026 menunjukkan pertumbuhan laba BBRI masih ditopang oleh peningkatan pendapatan, khususnya pendapatan bunga bersih, yang tumbuh hampir 10% secara tahunan.
Related News
Tambah Porsi, Terang Anugrah Kini Kuasai 71,16 Persen Saham HRTA
Laba Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp45,5 Triliun, Melonjak 20,7 Persen
Kini Debitur KPR Bank INA (BINA) Bisa dapat Perlindungan AJK JAGADIRI
INDF dan ICBP Akan Gelar Buyback, Totalnya Rp1,5 Triliun
MD Entertainment (FILM) Masuk Daftar HSC Lagi, Total jadi 82 Emiten
Kurangi Porsi, Sang Komut Kini Kuasai 75 Persen Saham Suparma (SPMA)





