Laba dan Pendapatan Naik, Ini Kinerja Emiten Aguan (ERAA) Medio 2025
:
0
Gedung baru Erajaya Swasembada berdiri kukuh. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Erajaya (ERAA) per 30 Juni 2025 mengemas laba bersih Rp568,29 miliar. Surplus 8,54 persen dari periode sama tahun lalu senilai Rp523,57 miliar. Dengan hasil itu, laba per saham dasar emiten keluarga Aguan tersebut bertambah menjadi Rp36 dari sebelumnya Rp33,17.
Penjualan bersih Rp35,04 triliun, menanjak 5,82 persen dari posisi sama tahun lalu Rp33,11 triliun. Beban pokok penjualan Rp31,08 triliun, bengkak dari fase sama 2024 senilai Rp29,54 triliun. Laba kotor tercatat sejumlah Rp3,96 triliun, mengalami peningkatan dari edisi sama tahun lalu Rp3,57 triliun.
Beban penjualan dan distribusi Rp1,69 triliun, bengkak dari Rp1,43 triliun. Beban umum dan administrasi Rp1,37 triliun, bengkak dari Rp1,25 triliun. Pendapatan lainnya Rp245,34 miliar, melejit dari Rp226,69 miliar. Beban lainnya Rp20,17 miliar, bengkak dari Rp4,25 miliar. Laba usaha Rp1,12 triliun, melesat dari Rp1,1 triliun.
Pendapatan keuangan Rp29,34 miliar, melonjak dari Rp15,11 miliar. Bagian rugi bersih entitas asosiasi dan ventura bersama Rp1,68 miliar, menciut dari Rp11,99 miliar. Biaya keuangan Rp285,86 miliar, susut dari Rp334,92 miliar. Laba sebelum pajak penghasilan Rp863,42 miliar, bertambah dari Rp775,91 miliar.
Laba periode berjalan Rp605,82 miliar, naik tipis dari Rp568,27 miliar. Total ekuitas Rp9,42 triliun, naik dari akhir 2024 senilai Rp9,05 triliun. Jumlah liabilitas Rp19,03 triliun, bengkak dari akhir tahun sebelumnya Rp12,71 triliun. Total aset distributor iPhone itu tercatat Rp28,45 triliun, melonjak signifikan dari Rp21,77 triliun. (*)
Related News
Ekspansi ke Data Center, Repower Asia (REAL) Bidik Cuan Via Ledakan AI
Cek Fakta, Emiten Haji Isam (JARR) Bantah Soal Akuisisi Bayan (BYAN)
Bayar Klaim Rp1,09M, Komitmen Maximus Insurance Mitra Penjaminan PJT I
11 September, LPKR Minta Restu Penurunan Modal dan Ganti Komisaris
Gempa NTT, TelkomGroup Tuntaskan Perbaikan Infrastruktur Normal 100%
Hingga 30 Juni Pendapatan LinkNet (LINK) Rp1,36T, Liabilitas Rp10,80T





