IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Laba Indocement (INTP) Drop 50 Persen di Semester i-2022, Ini Pemicunya

18/08/2022, 17:00 WIB

Laba  Indocement  (INTP) Drop 50 Persen di Semester i-2022, Ini Pemicunya

EmitenNews.com - PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) hingga semester I - 2022 mencatatkan laba bersih Rp291,54 miliar atau  turun 50,3 persen dibanding periode sama tahun 2021 yang mencapai Rp586,57 miliar.

 

Dalam laporan keuangan semester 1 2022 tanpa audit emiten semen tersebut  yang disampikan ke Bursa Efek Indonesia(BEI), Kamis(18/8) disebutkan,  meski pendapatan tumbuh 3,67 persen menjadi Rp6,911 triliun yang ditopang penjualan semen senilaiRp6,345 triliun, atau tumbuh 2,5 persen dibanding semester I 2021. Selain itu, penjualan beton siap pakai tumbuh 17,7 persen menjadi Rp557,05 miliar.

 

Namun, beban pokok pendapatan bengkak 12,46 persen menjadi Rp5,142 triliun, karena biaya bahan bakar dan listrik naik 39,67 persen menjadi Rp2,556 triliun,  Dampaknya, laba kotor menyusut 15,56 persen menjadi Rp1,768 triliun.

 

Selain itu, beban usaha naik 1,2 persen menjadi Rp1,503 triliun. Sedangkan pendapatan keuangan anjlok 55,7 persen sisa Rp54,674 miliar. Akibatnya laba sebelum pajak penghasilan amblas 49,7 persen sisa Rp367,67 miliar.

 

Sementara itu, saldo laba belum dicadangkan berkurang 8,1 persen  dibanding akhir tahun 2021 menjadi Rp15,82 triliun. Sehingga aset menyusut 10,26 persen  menjadi Rp23,454 triliun.






Author: K M