IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Laba Kino Indonesia (KINO) Ambles 78 Persen di 2020

21/04/2021, 11:30 WIB

Laba Kino Indonesia (KINO) Ambles 78 Persen di 2020

EmitenNews.com- Produsen makanan minuman siap saji PT Kino Indonesia Tbk (KINO) sepanjang tahun 2020 mengantongi laba bersih sebesar Rp113,69 miliar atau anjlok 78,26 persen dibandingkan laba bersih Rp520,44 miliar tahun 2019.


Berdasarkan laporan keuangan KINO pada laman BEI, Rabu (21/4/2021). Disebutkan, pendapatan bersih tahun 2020 tercatat sebesar Rp4,02 triliun atau turun 13,98 persen dibanding tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp4,67 triliun.


Adapun beban pokok penjualan tertera sebesar Rp2,09 triliun atau turun 15,75 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,48 triliun. Sehingga laba kotor terbilang Rp1,92 triliun, atau turun 11,96 persen dibanding tahun 2019 sebesar Rp2,19 triliun.


Beban umum dan administrasi membengkak 64,23 persen menjadi Rp496,78 miliar. Apalagi beban bunga juga bengkak 65,06 persen menjadi Rp137,9 miliar. Pada Akhirnya laba per saham dasar KINO per 31 Desember 2020 turun menjadi Rp80 dibandingkan akhir tahun 2019, yang membukukan laba per saham Rp364.


Total aset KINO hanya sebesar Rp5,25 triliun, atau tumbuh 11,92 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp4,69 triliun. Dikontribusikan oleh ekuitas tercatat sebesar Rp2,57 triliun atau tumbuh 4,6 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp2,70 triliun dan liabilitas sebesar Rp531,78 miliar atau menggelembung 105,01 persen dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp259,76 miliar.


Untuk posisi keuangan emiten yang patut diperhatikan ialah kas , setara kas dan cerukan tercatat Rp183,99 miliar atau memburuk dibanding akhir tahun 2019, yang tercatat sebesar Rp251,52 miliar.


Author: K M