EmitenNews.com - Visi Media Asia (VIVA) meraup laba bersih Rp65,57 miliar. Longsor 95 persen dari episode sama tahun lalu dengan koleksi laba bersih Rp1,19 triliun. Menyusul hasil itu, laba per saham dasar terjun bebas menjadi Rp3,983 dari sebelumnya Rp72,460.

Pendapatan Rp441,44 miliar, melorot dari edisi sebelumnya Rp477,94 miliar. Beban program dan penyiaran Rp174,11 miliar, bengkak dari Rp168,1 miliar. Beban umum dan administrasi Rp284,7 miliar, berkurang dari Rp326,56 miliar. Total bean usaha Rp458,81 miliar, susut dari Rp494,67 miliar.

Rugi usaha Rp17,37 miliar, bertambah dari Rp16,73 miliar. Pendapatan bunga Rp62,94 juta, turun dari Rp101,93 juta. Penghasilan sewa Rp6,09 miliar, melonjak dari Rp1,83 miliar. Bunga dan beban keuangan Rp8,39 miliar, turun dari Rp11,35 miliar. Rugi selisih kurs Rp50,06 miliar, bengkak dari Rp16,97 miliar.

Total ekuitas Rp496,1 miliar, melonjak dari akhir tahun sebelumnya Rp361,61 miliar. Defisit Rp2,78 triliun, susut dari Rp2,84 triliun. Jumlah liabilitas Rp5,84 triliun, menciut dari akhir 2025 senilai Rp6,02 triliun. Total aset Rp6,33 triliun, berkurang dari akhir tahun lalu Rp6,38 triliun.

Di sisi lain, saham VIVA makin anteng di bawah gocap. Sementara itu, saham VIVA turun 2,27 persen alias 1 poin menjadi Rp44. Enam bulan terakhir, saham emiten Grup Bakrie tersebut justru melonjak 30,30 persen atau 10 poin dari edisi 1 April 2026 di level Rp33.

Kendati demikian, sejak awal tahun ini, saham VIVA merosot 14 persen setara 7 poin dari periode 2 Januari 2026 di posisi Rp50. VIVA diperkuat kapitalisasi pasar Rp707,96 miliar dengan price earning rasio 0,51 kali. (*)