IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

mark dynamics indonesia
victoria sekuritas

Laba Meleset 58 Persen di Kuartal I, Bos Vale Indonesia (INCO) Sebut Ini Pendorongnya

02/05/2022, 16:45 WIB

Laba Meleset 58 Persen di Kuartal I, Bos Vale Indonesia (INCO) Sebut Ini Pendorongnya

EmitenNews.com – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dan entitas anaknya hari ini mengumumkan pencapaian kinerja keuangan yang tidak diaudit untuk triwulan pertama atau kuartal I tahun 2022 . Perseroan membukukan laba bersih yang kuat sebesar USD67,6 juta,  atau 58% lebih tinggi dibandingkan dengan angka triwulan sebelumnya. Hal ini terutama didorong oleh harga nikel yang menguntungkan.

 

INCO melaporkan kuartal I - 2022 yang menguntungkan. Meskipun produksi lebih rendah karena sedang berlangsungnya pembangunan kembali tanur listrik 4, kami mampu menghasilkan EBITDA yang lebih tinggi, laba yang lebih tinggi, dan saldo kas yang lebih tinggi dibandingkan dengan triwulan sebelumnya. Saldo kas yang kuat ini akan memungkinkan kami untuk menjalankan rencana pertumbuhan kami saat ini dan yang akan datang.

 

“Namun, mengingat volatilitas di pasar, kami tetap fokus untuk mengoptimalkan kapasitas produksi kami dan meningkatkan efisiensi operasi kami.” kata Febriany Eddy, CEO dan Presiden Direktur  Vale Indonesia (INCO) dalam keterangan tertulisnya Senin (9/5).

 

Eddy Menambahkan, Grup mencatat Pendapatan sebesar USD235,1 juta pada Q1-2022 atau 12% lebih rendah dibandingkan dengan Pendapatan yang dicatat pada Q4 -2021 sebesar AS$266,7 juta. Harga realisasi rata-rata untuk pengiriman nikel dalam matte adalah USD17.432 per ton, naik 13% dari harga pada kuartal IV-2021 sebesar USD15.372 per ton. Beban pokok pendapatan Grup turun 29% dari USD201,0 juta pada kuartal IV-2021 menjadi USD142,3 juta pada kuartal I-2022, sejalan dengan penurunan volume produksi pada triwulan ini.

 

Pada kuartal I-2022, konsumsi HSFO, diesel dan batubara lebih rendah dibandingkan dengan konsumsi pada triwulan sebelumnya, sejalan dengan penurunan volume produksi akibat pelaksanaan pembangunan kembali tanur listrik 4. Namun, harga rata-rata HSFO, diesel dan batubara masing-masing meningkat sebesar 7%, 14% dan 14%. Bahan bakar minyak dan batubara merupakan beberapa item biaya produksi terbesar PT Vale.

 

PT Vale menghasilkan EBITDA sebesar USD116,2 juta dan mengeluarkan sekitar USD42,3 juta untuk belanja modal pada kuartal I-2022. Kas dan setara kas Perseroan pada 31 Maret 2022 dan 31 Desember 2021 masing-masing sebesar USD518,0 juta dan USD508,3 juta. PT Vale akan senantiasa berhati-hati mengontrol pengeluaran untuk menjaga ketersediaan kas.

 

Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utamanya, yaitu keselamatan jiwa merupakan hal terpenting, menghargai kelestarian bumi dan komunitas kita.

 

Perseroan menghimbau pembaca untuk melihat ikhtisar pencapaian Grup. Pencapaian operasional serta hasil keuangan yang tidak diaudit telah dirangkum pada halaman-halaman selanjutnya.







Author: K M