EmitenNews.com - Pengendali melanjutkan pendistribusian saham Perintis Triniti Properti (TRIN). Itu dilakukan dengan menyalurkan 136.600.000 saham alias 136,6 juta lembar. Transaksi itu bagian dari akuisisi keponakan Prabowo Subianto yaitu Rahayu Saraswati.

Pengendali telah mengalihkan saham itu melibatkan Kunci Daud Indonesia, dan Intan Investama Internasional. Kunci Daud melepas 25,06 juta lembar, dan Intan Investama 111,53 juta eksemplar. Transaksi peralihan saham itu, dibantu penuh oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia. 

Menyusul transaksi itu, timbunan saham Kunci Daud tersisa 1,62 miliar eksemplar alias 35,78 persen. Menciut 0,56 persen dari edisi sebelum transaksi dengan koleksi 1,62 miliar saham atau 36,34 persen. Lalu, koleksi saham Intan Investama tersisa 1,24 miliar helai setara 27,28 persen. 

Mengalami dilusi 2,45 persen dari episode sebelum transaksi dengan tabulasi 1,35 miliar saham selevel dengan 29,73 persen. Sebelumnya, pada 18 Desember 2025, duo pengendali itu, telah mengalihkan 227.572.900 helai alias 227,57 juta saham perseroan. Kunci Daud melego 150,19 juta eksemplar, dan Intan Investama 77,37 juta helai. 

Lalu, pada 15 Desember 2025, Intan Investama telah mengalihkan 45,51 juta lembar. Pada 16 Desember 2025, Rahayu Saraswati menuntaskan tahap awal akuisisi saham perseroan. Rahayu menguasai saham TRIN melalui dua entitas usaha yaitu Raksaka Satya Devya, dan Rada Saraswati Surya.

Raksaka Satya Devya menggenggam 182.058.294 saham atau setara 4 persen dari total saham TRIN. Sementara Rada Saraswati Surya mengempit 45.514.573 saham, atau sekitar satu persen. So, Rahayu melalui kedua entitas usaha itu menguasai 227,5 juta saham atau setara lima persen dari seluruh saham perseroan. (*)