Lanjutkan Perbaikan, BI Optimistis Perekonomian di Jatim Makin Membaik
Ilustrasi suasana Kota Surabaya, Jawa Timur. dok. BukaReview.
EmitenNews.com - Bank Indonesia melihat perekonomian di Jawa Timur semakin baik. Dalam penilaian Kepala Perwakilan BI Jawa Timur Doddy Zulverdi, perekonomian di wilayah setempat semakin membaik setelah pada triwulan I-2023 terpantau melanjutkan perbaikan dengan tumbuh 4,95 persen Year over Year (yoy). BI optimistis perbaikan ekonomi di wilayah yang dipimpin Gubernur Khofifah Indar Parawansa terus berlanjut.
"Pada triwulan II-2023, kinerja ekonomi Jatim terindikasi melanjutkan perbaikan sejalan dengan potensi keyakinan konsumen yang membaik," kata Doddy Zulverdi dalam keterangannya di Surabaya, Rabu (7/6/2023).
Optimisme membaiknya ekonomi Jatim ditandai dengan Prompt Manufacturing Index (PMI) yang masih tinggi di atas 50 persen (ekspansi), tren penjualan eceran yang positif, prognosa produksi tanaman pangan dan hortikultura yang meningkat, serta peningkatan kinerja mayoritas kegiatan usaha sektor prioritas.
Bagusnya, perbaikan ekonomi tersebut disertai laju inflasi gabungan kota/kabupaten pada Mei yang kembali turun menjadi 5,02 persen (yoy) dibandingkan April 2023 (5,35 persen, yoy). Penurunan ini diharapkan dapat berlanjut dan mencapai rentang sasaran inflasi nasional, meskipun terdapat tantangan menjelang Hari Raya Idul Adha 2023.
Kinerja intermediasi perbankan Jawa Timur pada April 2023 menunjukkan perlambatan dibandingkan dengan triwulan sebelumnya, terutama pada kredit kelompok korporasi dan rumah tangga.
"BI Jatim terus mendorong digitalisasi sistem pembayaran, di antaranya melalui transaksi e-commerce dan uang elektronik yang tercatat tumbuh positif," kata Doddy Zulverdi. ***
Related News
Beban Bunga Utang Melonjak, Ancaman Stabilitas Ekonomi Mengintai
Indonesia Ajukan Penangguhan Konsesi ke UE di WTO Terkait Sawit
Injeksi Dana ke Himbara Berlanjut, Kini Menkeu Siapkan Rp100 Triliun
Tekankan Pentingnya Integritas, Purbaya: Kalau Gagal, NKRI Rusak
Uang Primer (M0) Adjusted Februari 2026 Tercatat Rp2.228 Triliun
Cadangan Devisa Akhir Februari 2026 Turun Lagi USD2,6 Miliar





