EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak menguat di tengah badai koreksi menghantam bursa regional. Lonjakan IHSG akan didukung kenaikan harga komoditas batu bara, aksi beli investor asing.
Jadi, secara teknikal IHSG juga berpeluang menutup gap down. ”IHSG akan bergerak pada rentang support 7.120, dan resisten 7.205 hari ini,” tutur Alwin Rusli, Research Analyst Reliance Sekuritas Indonesia.
Secara teknikal, IHSG tengah mengalami uptrend minor. IHSG akan menguji resisten 7.156 untuk menutup gap down. MACD telah golden cross, dan mengarah ke atas. Sedang stochastic masih golden, dan mengarah ke atas. Sejumlah saham berpotensi naik antara lain SCMA, GGRM, IMAS, TINS, AKRA, BBRI, INDF, KEEN, TLKM, CPIN, dan ITMG.
Kemarin, IHSG menguat 1,58 persen menjadi 7.148,97. Beberapa sektor pendorong antara lain energy surplus 2,55 persen, industrials naik 2,30 persen, dan consumer non-cyclicals menanjak 1,92 persen. Investor asing mencatat net buy Rp4,31 triliun dengan saham paling banyak dibeli ADMR, BBRI, dan BBCA.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat (AS) Wall Street parkir zona merah. Para investor merespons negatif rilis data ekonomi belum mendorong Th Fed mengurangi kebijakan hawkish. Bursa Asia pagi ini menyusuri zona merah. Indeks Nikkei minus 0,65 persen, dan indeks Kospi tekor 0,80 persen. Data S&P Global Manufacturing PMI Mei turun dibanding bulan sebelumnya. Namun, masih mengalami ekspansi di atas angka 50. (*)
Related News
KAKI dan IICD Dorong Transparansi dan Integritas Pasar Modal
IHSG Berbalik Menguat 0,08 Persen, DSSA dan BBCA Topang Transaksi
Istirahat Siang, IHSG Makin Volatil Dekati Dasar 6.100
MSCI Beri Catatan Baru, Saham Big Caps Berpotensi Hadapi Tekanan Asing
IHSG Naik Tipis 0,3 Persen ke 6.190 Usai Reviu MSCI & Tekanan BI Rate
Indonesia Ajeg di Emerging Market, Saham Ini Berpotensi Melesat





