LCGP Delisting, Morgan Stanley, Asabri, dan Dapen Bukit Asam Nyangkut
:
0
Proyek properti garapan perseroan. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Eureka Prima Jakarta (LCGP) masuk kontestan emiten delisting. Setidaknya, ada 18 perusahaan tercatat bakal dipaksa hengkang dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Penghapusan terhadap emiten bermasalah tersebut efektif pada 10 November 2026.
Kala melakoni delisting, ada sejumlah pemegang saham tetap setia membersamai emiten tersebut. Berdasar data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pemegang saham terutama investor di atas 1 persen nyangkut alias tertahan.
Antara lain Asabri 370,09 juta saham alias 6,57 persen. Dana Pensiun (Dapen) Bukit Asam 312 juta helai setara 5,55 persen, Reksa Dana Treasure Saham Mantap 270 juta atau 4,80 persen, Reksa Dana TF Super Maxxi 270 juta lembar selevel 4,80 persen, Reksa Dana Pool Advista Kapital Optimal 270 juta eksemplar atau 4,80 persen.
Fajar Indah Makmur Jaya 263,8 juta helai alias 4,69 persen, Asuransi Jiwa IFG 263,8 juta saham setara 4,68 persen, Dapen Pupuk Kaltim 257,05 juta lembar sepadan dengan 4,57 persen, Bank Danamon Indonesia 251,87 juta lembar setimbang 4,47 persen, Reksa Dana Pan Arcadia Dana Saham Bertumbuh 244,2 juta lembar atau 44,34 persen.
Yayasan Kesejahteraan Bank Bumi Daya 206,16 juta saham alias 3,66 persen, Reksa Dana Emco Mantap 193,78 juta lembar setara 3,44 persen, Perkumpulan Pensiunan Bank Dagang Negara 155,78 juta helai setara 2,76 persen, Reksa Dana Minna Padi Pringgondani Saham 131,41 juta lembar setimbang 2,33 persen, Credit Suisse Sec (Europe) Limited-94644000 mengemas 130 juta lembar atau 2,31 persen.
Sata Samudra Internasional 125,32 juta saham setara 2,23 persen, Reksa Dana Minna Padi Keraton II 100 juta eksemplar selevel 1,78 persen, Hendro Pranoto 94,83 juta helai alias 1,68 persen, Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Kejagung 85,77 juta saham alias 1,52 persen, Nomura PB Nominees Ltd 65 juta helai atau 1,15 persen.
Morgan Stanley and Co International Plc 61,8 juta saham alias 1,10 persen, Reksa Dana Aurora SMC Equity 58,42 juta helai atau 1,04 persen. Di sisi lain, berdasar Laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 April 2022, susunan pemegang saham LCGP meliputi masyarakat 4,9 miliar helai alias 87,38 persen. Dapen Bukit Asam 312,5 juta lembar setara 5,55 persen.
Yayasan Kesehatan Bank Mandiri 398,15 juta lembar setara 7,07 persen, dan Generasi Prima Sakti 10 juta eksemplar alias 0,00 persen. Formasi dewan komisaris, dan direksi LCGP berdasar Laporan keuangan Per 30 September 2021 antara lain Komisaris utama/independen Aryanto Sutandi, Komisaris Lukman Bustomy.
Komisaris Bisler Simbolon, Komisaris Kuntransmiadi Inugroho, Direktur Utama Lukman Purnomosidi, Direktur Imran Syamnir, Direktur Djoko Rachmady, dan Direktur Independen Hervian Tahier. Pada 8 Maret 2021, Lukman Purnomosidi telah dilengserkan dari jabatan direktur utama perseroan namun belum dilaksanakan rapat umum pemegang saham. (*)
Related News
TLDN Serap 77 Persen Dana IPO, Fokus Akuisisi dan Penguatan Hilirisasi
ARA Beruntun WBSA Terhenti Suspensi Sehari, Bakal Lanjut Reli?
Hari Ini Cum Date, Segini Bagian Dividen Bos BBRI
SINI Right Issue 721 Juta Saham, Bidik Anak Usaha PTRO Rp1,7 Triliun
Jalankan Mandat, ADRO Kebut Buyback Rp5 Triliun
Sudahi 2025, Laba dan Pendapatan SKRN Kompak Menukik





