Lepas Gocap, ini Ramalan Saham GOTO
:
0
Mitra driver Gojek kala berkonvoi menuju gedung Kemenhub. Foto - Dok GOTO
EmitenNews.com - Saham GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) memasuki fase baru setelah batas harga Rp50 per saham dibuka. Saat ini, perhatian investor akan tertuju pada seberapa lama tekanan jual berlangsung, dan apakah level tersebut mencerminkan nilai bisnis perseroan.
Terpantau tekanan jual dapat mencapai 1 miliar lot per hari. Investor masih perlu melihat apakah volume mulai mereda dan harga mampu bertahan. Seorang analis pasar modal menilai pergerakan awal setelah batas gocap dibuka dapat berlangsung tajam. Saham yang sebelumnya sulit diperdagangkan di pasar reguler kini memiliki ruang untuk mencari harga keseimbangan baru.
“Kalau harga saham GoTo berada di Rp28, pasar seolah-olah hanya menghargai aset likuidnya, dan tidak memberi nilai pada bisnis sedang berjalan. Padahal, GOTO punya bisnis dengan pendapatan tumbuh, dan profitabilitas terus membaik. Karena itu, menurut kami harga tersebut belum mencerminkan fundamental perusahaan,” ujar Edo dari Phillip Sekuritas Indonesia.
Ia menunjuk kisaran harga wajar GOTO dipatok konsensus di Rp65–74 per saham sebagai gambaran besarnya selisih antara harga pasar, dan estimasi nilai GOTO. Nah, dari harga Rp28, kisaran itu mencerminkan potensi kenaikan sekitar 132–164 persen, meski bukan jaminan bahwa harga saham akan segera mencapai level tersebut
“Selisihnya memang lebar. Namun, potensi kenaikan itu baru akan lebih mudah terealisasi ketika tekanan jual mereda dan investor kembali menilai GoTo berdasarkan kinerja bisnisnya,” kata analis itu.
Dari sisi operasional, GOTO telah membukukan laba bersih selama dua kuartal berturut-turut. Pada kuartal II 2026, pendapatan bersih perseroan mencapai Rp5,7 triliun, sementara EBITDA Grup yang disesuaikan melampaui Rp1 triliun untuk pertama kalinya. GOTO juga menargetkan EBITDA Grup disesuaikan sebesar Rp3,2–3,4 triliun untuk sepanjang 2026. Menurut analis, capaian dan target tersebut memperlihatkan perseroan sedang membangun bisnis untuk jangka panjang, terlepas dari gejolak harga saham dalam waktu dekat.
“Sulit mengatakan GOTO tidak memiliki nilai bisnis ketika operasinya menghasilkan pendapatan triliunan rupiah dan profitabilitasnya membaik. Pada harga Rp28, saham ini terlihat murah apabila kemajuan tersebut dapat dipertahankan,” ujarnya.
Di samping memperbaiki kinerja, GOTO telah memperoleh persetujuan untuk melakukan pembelian kembali saham dengan nilai maksimal Rp3,5 triliun. Persetujuan itu memberi perseroan ruang untuk membeli sahamnya sesuai ketentuan dan kondisi pasar.
GOTO juga mengusulkan pembatalan sekitar 32 miliar saham treasuri. Jika disetujui dan dilaksanakan, langkah tersebut akan mengurangi jumlah saham yang beredar. Analis menilai pasar akan mencermati pelaksanaan kedua aksi korporasi itu bersama perkembangan laba dan arus kas GOTO.
Dalam waktu dekat, harga saham masih berpotensi bergejolak selama tekanan jual tetap tinggi. Namun, apabila tekanan tersebut mulai terserap dan kinerja GOTO terus membaik, investor dapat kembali menilai sahamnya berdasarkan prospek bisnis, bukan hanya harga yang terbentuk pada masa penyesuaian setelah lepas dari gocap. (*)
Related News
Adhi Karya (ADHI) Jual Saham Senilai Rp1,9 Triliun
5 Saham Kompak Tersuspensi Usai Catatkan Kenaikan Berhari-hari
Dipelototi BEI, Tiga Saham Ini Langsung Ambruk
Laba Longsor 95 Persen, Emiten Grup Bakrie Betah Bawah Gocap
SMSM Kantongi Dividen dari Anak Usaha, Intip Nilainya
Japfa (JPFA) Divestasi Saham Senilai Rp1,8 Triliun





