EmitenNews.com -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali pekan dengan pelemahan tipis. Pada penutupan perdagangan Senin (30/3/2026), IHSG turun 5,3 poin atau 0,08 persen ke level 7.091,67.

Sepanjang sesi, indeks komposit bergerak dalam rentang 6.945 hingga 7.104.

Tekanan utama datang dari sektor keuangan yang mencatat penurunan terdalam sebesar 1,17 persen. Disusul sektor barang baku yang melemah 0,80 persen serta sektor properti dan real estate yang turun 0,46 persen.

Di sisi lain, sejumlah sektor masih mampu mencatatkan penguatan. Sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,18 persen, diikuti sektor teknologi yang naik 1,42 persen dan transportasi sebesar 1,41 persen. Sektor lain seperti barang konsumen non primer, perindustrian, barang konsumen primer, dan kesehatan juga menguat tipis.

Namun, penguatan tersebut belum cukup menahan IHSG dari zona merah.

Aktivitas perdagangan tercatat mencapai 25,21 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,94 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 1,67 juta kali.

Sebanyak 403 saham melemah, 272 saham menguat, dan 149 saham stagnan.

Pada jajaran saham, ADES turun Rp450 menjadi Rp16.475 per saham, BYAN melemah Rp400 ke Rp11.925, serta MKPI terkoreksi Rp400 menjadi Rp23.200 per saham.

Sementara itu, saham yang menguat antara lain DCII melonjak Rp9.475 ke Rp209.750, DSSA naik Rp4.150 menjadi Rp66.875, serta MLPT menguat Rp1.475 ke Rp15.925 per saham.

Untuk saham teraktif, BBCA mencatat frekuensi transaksi tertinggi sebanyak 72.603 kali dengan nilai Rp1,55 triliun. Disusul BUMI sebanyak 65.163 kali senilai Rp725 miliar dan BBRI sebanyak 64.810 kali dengan nilai transaksi Rp1,06 triliun.