Makin Menipis, Trans Airways hanya Genggam 8 Persen Saham Garuda Indonesia (GIAA)
:
0
EmitenNews.com - Hajatan right issue Garuda Indonesia (GIAA) berjalan lancar. Seiring dengan aksi itu, persentase kepemilikan saham perseroan mengalami perubahan. Salah satunya porsi saham Trans Airways.
Ya, persentase timbunan saham usaha besutan Chairul Tanjung (CT) itu menciut menjadi 7,31 miliar lembar alias setara 8 persen. Tergerus 20,26 persen dari sebelum transaksi dengan porsi 28,26 persen alias 7,31 miliar helai tanpa ada tambahan sehelai benang saham pun.
Transaksi Trans Airways berbasis di Menara Bank Mega itu, difasilitasi oleh Mega Capital Sekuritas. Sekadar informasi, CT Corp melalui Trans Airways menguasai 7,31 miliar lembar atau 28,26 persen saham Garuda Indonesia. Trans Airways menjadi pemegang saham Garuda kala menjala 10,88 persen pada harga pelaksanaan Rp620 per helai pada 2012. Kemudian pada 6 Mei 2021, kembali membeli 635,75 lembar Garuda dengan harga pelaksanaan Rp499 per saham.
Setelah transaksi, Trans Airways memegang 28,26 persen. Sayangnya, saham Garuda melakoni suspensi sejak 18 Juni 2021 karena lalai memenuhi kewajiban pembayaran utang. Pada hari terakhir diperdagangkan di pasar reguler, saham Garuda berayun di level Rp222 per lembar. Menilik harga itu, berarti saham Trans Airways bernilai Rp1,62 triliun.
Sebelumnya, Garuda Indonesia menghelat right issue maksimal Rp12,38 triliun. Itu dengan melepas 63.210.504.593 helai alias 63,21 miliar lembar bernominal Rp196 per helai. Saham seri C setara 70,95 persen itu, dibalut harga pelaksanaan Rp196 per lembar.
Sementara dari pelaksanaan private placement, Garuda Indonesia mendapat dana Rp5,05 triliun. Itu dengan melepas dan mencatatkan 25,8 miliar lembar pada harga pelaksanaan Rp196 per lembar. Setelah private placement itu, jumlah saham Garuda Indonesia menjadi 91,48 miliar lembar.
Pencatatan 25,8 miliar lembar itu dari konversi atas Obligasi Wajib Konversi (OWK) dengan menerbitkan saham baru tanpa HMETD sejumlah 5,102.040.816 lembar, dan pelaksanaan konversi utang para kreditur dengan menerbitkan saham baru tanpa HMETD sejumlah 20.704.030.092 helai. (*)
Related News
Pendapatan EMTK Melonjak, Tapi Berbalik Jadi Rugi Rp320,6M di Q2-2026
Sempat Bagi Dividen, Emiten Kembang Gula (YUPI) Kemas Laba Naik
ASMI Memahami Kinerja Semester I 2026 dalam Perspektif Fundamental
Gejolak Pasar Kripto, COIN Berbalik Boncos 253,74 Persen Semester I
NPGF Salurkan Dividen Mini, Telisik Jadwal Lengkapnya
Verah Wahyudi Lepas Saham TAMA Lewat Skema Repo





