IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Mari Doakan Para Direksi dan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Bekerja Amanah

23/01/2020, 09:00 WIB

Mari Doakan Para Direksi dan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) Bekerja Amanah
EmitenNews.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sudah menetapkan anggota direksi, dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (22/1/2020). Mari doakan mereka amanah dalam menjalankan tugas, sambil menelaah komentar beberapa pengamat di bawah ini. Dalam keterangannya yang dikutip Kamis (23/1/2020), Pengamat Penerbangan Alvin Lie menyoroti soal utang Garuda USD500 juta atau Rp7 triliun (kurs Rp14 ribu per dolar AS), yang akan jatuh tempo, Mei 2020. Masalah ini jelas berpotensi membebani langkah flight carrier Indonesia itu. Alvin Lie juga mengingatkan soal rute-rute internasional yang merugi. Semisal, London, Inggris. Mantan anggota DPR RI ini mempertanyakan mengapa membuka rute London. Kenapa tidak Amsterdam saja yang lebih ramai?. Persoalan lain Garuda yang perlu penanganan disampaikan pengamat BUMN Toto Pranoto. Ia menyebutkan pentingnya membenahi masalah reputasi dan citra perseroan. Menurut dia, hal itu membutuhkan strong leadership, termasuk tata kelola perusahaan yang baik (GCG). Apa yang ditunjukkan Alvin Lie dan Toto Pranoto perlu mendapat perhatian. Dalam beberapa tahun terakhir maskapai pelat merah ini terbelit sejumlah masalah. Dari sisi keuangan, misalnya, BUMN penerbangan ini, menderita kerugian menahun. Seperti dikutip dari CNNIndonesia, Analisis: RUPLSB Garuda Sarat Bagi-bagi Kekuasaan, Rabu (22/1/2020), pada 2018 Garuda Indonesia mencatat rugi bersih US$175 juta atau sekitar Rp2,45 triliun. Sebelumnya, manajemen terbukti melakukan manipulasi laporan keuangan tahun buku 2018 dari rugi menjadi untung. Untungnya kinerja perusahaan membaik pada kuartal III tahun 2019 dengan meraih laba USD122,42 juta setara Rp1,71 triliun. Yang terbaru, perusahaan juga menghadapi persoalan manajemen. Akhir tahun lalu, Direktur Utama Garuda Indonesia (mantan) Ari Askhara diduga menyelundupkan Harley-Davidson dan sepeda Brompton pada armada baru Airbus A330-900 NEO yang didatangkan dari Toulouse, Prancis. Menteri BUMN Erick Thohir bereaksi cepat. Ia mencopot Ari Askhari dari kursi dirut. Tidak berhenti di situ saja. Dewan Komisaris Garuda Indonesia juga memberhentikan empat direksi perusahaan yang berkaitan dengan penyelundupan komponen motor Harley-Davidson. Mereka semua diduga terlibat dalam kasus memalukan itu. Berikut susunan komisaris dan direksi Garuda Indonesia: Komisaris
  1. Komisaris Utama: Triawan Munaf
  2. Wakil Komisaris Utama: Chairal Tanjung
  3. Komisaris Independen: Yenny Wahid
  4. Komisaris Independen: Elisa Lumbantoruan
  5. Komisaris: Peter F Gontha
Direksi
  1. Direktur Utama: Irfan Setiaputra
  2. Wakil Direktur Utama: Dony Oskaria
  3. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Fuad Rizal
  4. Direktur Operasi: Tumpal Manumpak Hutapea
  5. Direktur Human Capital: Aryaperwira Adileksana
  6. Direktur Teknik: Rahmat Hanafi
  7. Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan IT: Ade R. Susardi
  8. Direktur Niaga dan Kargo: M. Rizal Pahlevi. ***

Author: M. Nasir