Market Asia Bangkit, IHSG Ikutan Menyala
:
0
Petugas kebersihan menyisir teras depan area Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Sepanjang perdagangan hari ini, Kamis, 12 September 2024, IHSG akan menjelajahi support level 7.720, dan resistance level 7.800.
Katalis penguatan IHSG didorong oleh optimism pasar terhadap pemangkasan suku bunga, dan rebound sejumlah harga komoditas. Secara teknikal, penguatan IHSG mulai terbatas dan breakdown dari level MA5. Sementrara indicator stochastic mulai berada di level overbought.
Oleh sebab itu, Reliance Sekuritas menyarankan para pelaku pasar untuk mengemas sejumlah saham berikut sebagai jujukan investasi. Antara lain Medco Energy (MEDC), Essa Industries (ESSA), Delta Dunia (DOID), dan Telkom Indonesia (TLKM).
Menutup perdagangan Rabu, 11 September 2024, IHSG susut 0,01 persen menjadi 7.760. Pelemahan IHSG dipimpin saham-saham sektor consumer cyclicals minus 2,24 persen, dan infrastructure susut 0,45 persen. Sementara itu, asing membukukan net buy sebesar Rp84.91 miliar di pasar reguler dengan saham paling banyak dibeli BMRI, BBCA, BRIS, BREN, dan BRPT.
Katalis pada pergerakan IHSG didorong oleh pasar cenderung wait and see dengah rilis data inflasi Amerika Serikat (AS). Sementara itu, mayoritas indeks utama Wall Street ditutup menguat. Inflasi AS Agustus 2024 tercatat 2,5 persen yoy berada di bawah perkiraan konsensus 2,6 persen yoy meyakinkan investor pada pemangkasan suku bunga The Fed minggu depan.
Pagi ini, bursa Asia telah diperdagangkan di zona hijau. Indeks Nikkei 225 menguat 3,12 persen, dan indeks Kospi menanjak 1,31 persen. (*)
Related News
Konsumen Kripto di Indonesia Capai 23,21 Juta, Ini kata Bittime
BNLI Gandeng OJK Gelar Permata CERITA, Literasi Keuangan di 24 Kota
Rencana MSCI Tidak Tepat, Reformasi Pasar Modal On The Right Track
Anomali, 10 Saham Menguat Kala IHSG Jebol 11,57 Persen
IHSG Terjun Bebas 11,57% Dekati 5.100 Usai Pengumuman MSCI
Konsultasi MSCI Dimulai, Rekam Jejak Hanya Peru & Nigeria yang Selamat





