IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

Masa Pandemi, Indonesia Ekspor Ubi 15-18 Ribu Ton Per Tahun

13/06/2021, 12:00 WIB

Masa  Pandemi, Indonesia Ekspor Ubi 15-18 Ribu Ton Per Tahun

EmitenNews.com - Petani Ubi saat panen di Desa Teluk Naga, Tangerang akhir pekan lalu. Ubi Jalar (Ipomoea Batatas) adalah salah satu komoditi asli Indonesia yang ditanam menyebar di seluruh Indonesia,'' ujar Ketua Umum Asosiasi Agrobisnis Petani Ubi Jalar Indonesia (Asapuji), Ahmed Joe Hara beberapa waktu lalu Tanaman itu banyak di tanam di lahan yang luas sebagai sebuah usaha pertanian atau ditanam di lahan-lahan kecil pekarangan rumah sebagai pengisi lahan kosong dan dikonsumsi sendiri.


Disamping itu lanjut Ahmed Joe Hara, Ubi Jalar juga merupakan tanaman komoditi ekspor. Tercatat ekspor Ubi Jalar Indonesia sekitar 15 ribu hingga 18 ribu ton per tahun dalam bentuk berbagai makanan olahan maupun Ubi Jalar dalam keadaan fresh.


Terbukti ungkap Ahmed, dalam masa Covid-19 penjualan Ubi Jalar tidak mengalami penurunan dilihat dari permintaan lokal maupun permintaan ekspor. Di mana aktifitas kegiatan petani Ubi Jalar dan jumlah lahan tanaman Ubi Jalar tidak berkurang, malah cenderung bertambah luas tepat di saat Indonesia mengalami pandemi.


Ahmed mengatakan, peningkatan penjualan Ubi Jalar terjadi karena semakin tingginya kesadaran masyarakat dunia akan pentingnya nutrisi bagi kesehatan tubuh yang menuntut kualitas konsumsi makanan yang berkualitas, alami, non hewani dan kemudahan pengolahan. Di sana Ubi Jalar menjadi salah satu alternatif sumber makanan yang memenuhi syarat karena kekayaan nutrisi dan vitamin yang terkandung pada Ubi Jalar.


Untuk lebih meningkatkan pengelolaan usaha ekonomi, sistem distribusi, perluasan penanaman dan koordinasi serta konsolidasi bisnis saat ini telah dibentuk sebuah asosiasi sebagai organisasi profesi petani Ubi Jalar yakni Asapuji. Organisasi ini didirikan pada bulan Maret lalu melalui Musyawarah Nasional yang difasilitasi oleh Dirjen Tanaman Pangan.


Author: E H