Masuk HSC, BREN, dan DSSA Tekan Laju IHSG
:
0
Suasana penutupan perdagangan IHSG akhir 2025. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Mengakhiri perdagangan pekan lalu, indeks bursa Wall Street ditutup bervariasi dengan mayoritas menguat tipis. Lonjakan harga minyak mentah dipicu pernyataan terbaru Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjadi sentimen negatif, dan menekan pergerakan indeks.
Trump menyatakan AS makin dekat untuk mengakhiri perang dengan Iran, dan akan menyerang negara tersebut dengan sangat keras dalam dua tiga minggu ke depan. Sementara itu, pada awal sesi indeks sempat bangkit dari keterpurukan, dan mencatat kenaikan tipis.
Itu setelah media milik Iran melaporkan pemerintah Iran sedang bekerja sama dengan Oman untuk menyusun protokol dalam memantau kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, dua emiten konstiuen MSCI Standard Cap yaitu BREN dan DSSA masuk daftar kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi alias High Shareholding Concentration (HSC) diprediksi menjadi sentimen negatif pasar.
Sementara itu, lonjakan harga minyak mentah setelah Trump memberi batas waktu terbaru bagi Iran untuk membuka Selat Hormuz berpeluang menjadi tambahan sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Oleh karena itu, indeks diprediksi melanjutkan pelemahan dengan kisaran support 6.915-6.800, dan resistance 7.140-7.250.
Berdasar data itu, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan kepada invvestor untuk mengoleksi sejumlah saham andalan berikut. Yaitu, Mitra Adiperkasa (MAPI), Indika (INDY), Astra Agro (AALI), Tiputra Agro (TAPG), Diagnos (DSNG), dan Adaro Andalan (AADI). (*)
Related News
Astra Berkarya dan Tumbuh Bersama Indonesia
Dari Rumor Menjadi Nyata, Haji Isam Kini Genggam 30% Saham BYAN
TRIN Masuk Daftar Top Losers Sepekan, Intip Rinciannya!
Intip Top Gainers Sepekan, Ada AKKU hingga Saham HSC Ini
IHSG Menguat Tipis dalam Sepekan, Kapitalisasi Pasar Sentuh Rp10.701T
Bittime: Empat Faktor Ini Perlu Dicermati Investor Kripto di Q4 2026





