Masuk Papan Pemantauan Khusus, Saham ADMR Dibuka Cenderung Terkoreksi
:
0
EmitenNews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) setelah sempat dihentikan sementara dalam rangka cooling down pada Senin (13/1/2022).
Bursa Efek Indonesia menyatakan pembukaan kembali perdagangan saham emiten milik kolongmerat Boy Thohir itu secara efektif berlaku mulai pada perdagangan sesi pertama hari ini, Jumat tanggal 28 Januari 2022.
Namun, saham ADMR masuk dalam efek bersifat ekuitas dalam pemantauan khusus BEI. Pada perdagangan pagi ini saham ADMR terpantau fluktuatif cenderung terkoreksi. Dibuka pada harga Rp1050 sempat menyentuh batas bawah di harga Rp990 sebelum balik ke harga pembukaan dan hingga pukul 09:20 saham ADMR bertengger di level 1035 atau turun tipis 10 poin setara. 0,95 persen.
Berdasarkan data BEI, saham ADMR menguat dari harga listing perdana Rp 100 menjadi Rp 735 hingga penutupan perdagangan saham 12 Januari 2022. Saham ADMR menorehkan gain maupun 'cuan' sebanyak 635% hanya dalam delapan hari transaksi bursa.Lonjakan tersebut mendorong kapitalisasi pasar saham ADMR naik dari Rp 4 triliun menjadi Rp 30,04 triliun
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan Saham PT Adaro Minerals Indonesia Tbk. (ADMR) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 28 Januari 2022,"kata Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI, Lidia M. Panjaitan, dalam pengumuman resminya.
Sebelumnya diketahui saham ADMR ini telah di setop sementara oleh BEI mulai Sesi I pada perdagangan tanggal 25 Januari 2022. Di Suspensi-nya saham ADMR ini lantaran telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan.
"Kepada para pihak - pihak yang berkepentingan diharapkan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan,"imbau BEI.
Related News
Kaji Buyback di Tengah Saham Undervalued, Begini Rencana BTN (BBTN)
RAJA Bagi Dividen Rp274,17 Miliar, Setuju Stock Split 1:5
RUPS Gudang Garam (GGRM) Setujui Pembagian Dividen Rp1,5 Triliun
Emiten Distribusi Kimia (KKES) Siap Lanjutkan Tren Pertumbuhan Q1-2026
Grup Djarum (DATA) Angkat Hartono Tanuwidjaja Jadi Komisaris
TBLA Ketok Dividen Tunai Rp360 Miliar, Investor Kantongi Segini





