EmitenNews.com - PT Prima Andalan Mandiri Tbk. (MCOL) menyampaikan kegiatan eksplorasi tambang batu bara yang dikelola oleh anak usahanya, PT Mandiri Intiperkasa (MIP), di Triwulan III (Juli-September) tahun 2026.

Corporate Secretary MCOL, Jie Jeanny Pratiwi, dalam keterangan tertulisnya Jumat (9/10) menyampaikan bahwa pengeboran di wilayah Kabupaten Tana Tidung dan Kabupaten Nunukan menggunakan metode pemboran lubang terbuka dan pemboran inti.

"Setiap lubang bor dilakukan pengukuran menggunakan geophysical logging guna mendapatkan akurasi data ketebalan lapisan batubara," kata Jeanny.

Seluruh kegiatan pengeboran termasuk kegiatan geophysical logging, pelaksanaan dan pengawasan langsung dilakukan oleh PT Mandiri Intiperkasa melalui divisi Geologi. Kegiatan pengeboran dilakukan dengan mengoperasikan mesin bor jenis Jacro 250, Jacro 350 dan Jacro 450 dengan kedalaman pengeboran maksimal 350 meter. Untuk uji kualitas batubara dilakukan oleh PT Superintending Company of Indonesia (Sucofindo).

PT Mandiri Intiperkasa melakukan pemboran sebanyak 39 titik dengan total kedalaman 7.672 meter (pengeboran lubang terbuka).

Biaya eksplorasi Triwulan III 2026 masih merupakan kegiatan pengeboran infill dan seluruh biaya yang dikeluarkan masih merupakan biaya operasional sebesar USD60.308,82 dan untuk biaya investasi masih 0.