MDKA Deal Pasok 3 Metrik Ton Emas ke Antam (ANTM) Per Tahun
Ilustrasi logam emas Antam milik emiten ANTM. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Grup Merdeka Copper Gold (MDKA) melalui anak usahanya PT Bumi Suksesindo, bersama Merdeka Gold Resources (EMAS) melalui PT Puncak Emas Tani Sejahtera, menandatangani perjanjian penjualan emas (Gold Sales & Purchase Agreement/GSPA) dengan Aneka Tambang (ANTM). Perjanjian tersebut mencakup pasokan emas sebesar 3 metrik ton atau hampir 100.000 ounce per tahun selama dua tahun.
Dalam skema kerja sama tersebut, Bumi Suksesindo dan Puncak Emas Tani Sejahtera bertindak sebagai penjual emas granula hasil pemurnian domestik, sementara Antam menjadi pembeli. Perjanjian juga memuat opsi penambahan volume hingga 3 metrik ton per tahun di luar volume dasar yang telah disepakati.
Presiden Direktur Merdeka Copper Gold, Albert Saputro, dalam keterangan resmi yang dikutip Kamis (5/3/2026) menyatakan kerja sama ini menjadi fondasi penyerapan produksi emas Grup Merdeka di dalam negeri.
“Dengan basis produksi yang semakin kuat dari Tambang Emas Tujuh Bukit dan Tambang Emas Pani, kami membutuhkan struktur offtake yang stabil dan terukur. GSPA ini memberikan kepastian penyerapan produksi sekaligus memperkuat kontribusi kami terhadap industri emas domestik,” ujar Albert.
Senada dengan itu, Direktur Komersial Antam, Handi Sutanto, menilai perjanjian GSPA ini ialah penguatan rantai ekosistem emas nasional. Menurutnya, kerja sama ini memastikan hasil tambang emas dalam negeri dapat diproses menjadi emas murni yang siap dimiliki masyarakat.
Produksi emas yang masuk dalam klausul kerja sama ini berasal dari dua operasi tambang utama Grup Merdeka, yakni Tambang Emas Tujuh Bukit di Banyuwangi, Jawa Timur yang dikelola Bumi Suksesindo dan telah berproduksi sejak 2017, serta Tambang Emas Pani di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo yang dikelola salah satunya oleh Puncak Emas Tani Sejahtera.
Tambang Emas Pani sendiri merupakan operasi terbaru Grup Merdeka. Tambang ini memulai kegiatan penambangan (first mining) pada awal Oktober 2025, lalu mencatat penuangan emas perdana (first gold pour) pada 14 Februari 2026 melalui proses heap leach. Selanjutnya, pada 27 Februari 2026, tambang tersebut telah mengirim batangan doré seberat 44,04 kilogram ke fasilitas pemurnian Antam untuk pemurnian perdana.
Dalam catatan Albert juga menyebutkan bahwa, “Penjualan pertama emas murni perdana oleh MDKA kepada ANTAM berdasarkan GSPA diharapkan terlaksana sebelum akhir Maret 2026 ini.”
Berdasarkan perjanjian tersebut, penjualan emas murni perdana dari Grup Merdeka kepada Antam ditargetkan dapat terealisasi sebelum akhir Maret 2026.
Related News
Laba Elnusa (ELSA) Naik Minimalis di 2025, Pendapatan Tembus Rp14,49T
Senyap! Pengendali Borong 6,35 Miliar Saham AMRT
Turun Tipis, Emiten Haji Isam (TEBE) Tabulasi Laba Rp132,72 Miliar
Lagi! Dua Pentolan Serok Saham ASII Rp6,29 Miliar
Terus Merosot, MNC Asia Buang Saham IATA Rp63,18 Miliar
Melejit 26 Persen, DCII Akhiri 2025 dengan Laba Rp1 Triliun





