EmitenNews.com - Royaltama Mulia Kontraktorindo (RMKO) emiten bidang jasa pendukung pertambangan dengan infrastruktur terintegrasi, membukukan kinerja keuangan solid semester pertama 2026 saat fase investasi. Kinerja baik tersebut ditopang pertumbuhan volume hauling, muatan batubara kereta api, dan konstruksi.

RMKO mencatat pendapatan usaha Rp181,2 miliar, tumbuh 89,1 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan itu, terutama dikontribusi kinerja segmen rental, dan konstruksi. Nah, dari sisi operasional, volume loading batu bara ke kereta api meningkat 277,9 persen menjadi 1,4 juta ton, sejalan kenaikan volume hauling 107,9 persen menjadi 557,5 ribu ton.

Sementara itu, pada segmen konstruksi, pertumbuhan pendapatan ditopang oleh progres penyelesaian proyek pembangunan fasilitas pendukung grup pada area operasional di Sumatera Selatan. Kemudian, dari sisi profitabilitas, RMKO berhasil menekan kerugian 14,8 persen dengan saldo rugi Rp47,4 miliar. Meski masih membukukan kerugian, RMKO berhasil mengelola arus kas dari aktivitas operasional Rp42,8 miliar, mencerminkan perbaikan kualitas kinerja operasional.

Rasio keuangan juga tetap terjaga dengan baik, tercermin dari rasio debt-to-equity ratio (DER) 0,45 kali. "Kami melihat pertumbuhan kinerja signifikan pada pendapatan usaha seiring peningkatan demand jasa batu bara pada kuartal kedua tahun ini. Kami makin optimistis kinerja semester kedua tahun ini dengan kebijakan pertambangan Pemerintah jauh lebih clear pada paruh pertama tahun ini," tegas Direktur Keuangan RMKO, Elbert.

Hal senada diungkap Direktur Utama RMKO, William Saputra. Ia menyampaikan optimisme perseroan terhadap pencapaian target volume angkutan batu bara hingga akhir tahun. "Pada kuartal kedua tahun ini kami melihat pertumbuhan volume berkelanjutan, terutama pada volume muatan kereta dengan Train Loading System (TLS) telah mencapai 1,4 juta ton. Target kami, pada akhir tahun ini, RMKO dapat memuat batu bara ke kereta api 3,6 juta ton. Semester kedua, kami makin optimistis untuk mencapai target volume muatan kereta tersebut," ucap William.

Dengan capaian kinerja operasional terus bertumbuh, dan keberhasilan dalam pelaksanaan right issue I memperkuat posisi likuiditas serta struktur modal, RMKO optimistis dapat melanjutkan momentum pertumbuhan pada semester kedua 2026, seiring dengan prospek permintaan batu bara, dan kejelasan arah kebijakan pertambangan Pemerintah. (*)