Melejit 65 Persen, Laba Bersih Energi Mega (ENRG) 2022 Sentuh USD66,75 Juta
EmitenNews.com - Energi Mega Persada (ENRG) tahun lalu meraup laba bersih USD66,75 juta. Menanjak 65 persen dari posisi sama 2021 sejumlah USD40,23 juta. Laba per saham dasar menjadi USD0,00269 dari episode sama tahun sebelumnya senilai USD0,00229.
Penjualan bersih USD45,93 juta, melesat dari edisi sama 2021 sebesar USD406,09 juta. Beban pokok penjualan naik tipis menjadi USD268,32 juta dari periode sama 2021 senilai USD257,89 juta. Laba kotor USD183,61 juta, melejit 23 persen dari posisi sama 2021 sebesar USD148,19 juta.
Beban usaha USD15,95 juta, bengkak dari USD13,53 juta. Laba usaha USD167,66 juta, menanjak 24 persen dari periode sama 2021 senilai USD134,65 juta. Beban lain-lain bersih USD27,30 juta, bengkak 498 persen dari episode sama 2021 sebesar USD4,56 juta.
Laba sebelum beban pajak penghasilan SUD140,35 juta, naik dari USD130,09 juta. Beban pajak penghasilan bersih Rp73,62 juta, merosot dari USD90,40 juta. Laba neto Rp66,73 juta, melesat signifikan 68 persen dari periode sama 2021 sejumlah USD39,68 juta.
Tahun ini, perseroan membukukan laba bersih USD66 juta, atau lebih dari Rp1 triliun, dan EBITDA sebesar USD295 juta, atau lebih dari Rp4,6 triliun. Dengan kinerja positif itu, fokus saat ini untuk optimalisasi kinerja pada 11 wilayah kerja dalam portfolio perseroan, termasuk di antaranya terus menjaga reserves replacement ratio sehat.
Oleh karena itu, perseroan ber berharap kenaikan produksi dari seluruh aset-aset ini akan terefleksi dalam kinerja keuangan perseroan makin membaik di masa mendatang. ”Kami juga tetap mencari peluang untuk melakukan akuisisi atas aset-aset baru yang dapat menambah nilai bagi para pemegang saham perseroan ke depan,” tulis Syailendra S. Bakrie, Direktur Utama Energi Mega Persada.
Ekuitas bersih USD514 juta, naik dari akhir USD448 juta. Defisit USD519,22 juta, turun dari edisi akhir 2021 sebesar USD585,98 juta. Total liabilitas USD679,40 juta, naik dari akhir 2021 sejumlah USD615,07 juta. Total aset USD1,19 miliar, menanjak dari akhir 2021 senilai USD1,06 miliar. (*)
Related News
Aksi Borong Direksi! Saham SIDO Dibeli di Harga Rp515 per Lembar
WOMF Bagi Dividen Rp12,28 per Saham, Catat Tanggal Pentingnya!
Danantara Caplok PNM Investment Management, Nilai Transaksi Rp345M
RUPSLB TAYS Rombak Direksi dan Komisaris
Kinerja 2025 Solid, MTEL Siap Dukung Pemerataan Digitalisasi Nasional
Pendapatan Merosot, Laba CASA Terkoreksi 7,3 Persen di 2025





