IDXINDUST

 0.00%

IDXINFRA

 0.00%

IDXCYCLIC

 0.00%

MNC36

 0.00%

IDXSMC-LIQ

 0.00%

IDXHEALTH

 0.00%

IDXTRANS

 0.00%

IDXENERGY

 0.00%

IDXMESBUMN

 0.00%

IDXQ30

 0.00%

IDXFINANCE

 0.00%

I-GRADE

 0.00%

INFOBANK15

 0.00%

COMPOSITE

 0.00%

IDXTECHNO

 0.00%

IDXV30

 0.00%

ESGQKEHATI

 0.00%

IDXNONCYC

 0.00%

Investor33

 0.00%

IDXSMC-COM

 0.00%

IDXBASIC

 0.00%

IDXESGL

 0.00%

DBX

 0.00%

IDX30

 0.00%

IDXG30

 0.00%

ESGSKEHATI

 0.00%

IDXSHAGROW

 0.00%

KOMPAS100

 0.00%

PEFINDO25

 0.00%

BISNIS-27

 0.00%

ISSI

 0.00%

MBX

 0.00%

IDXPROPERT

 0.00%

LQ45

 0.00%

IDXBUMN20

 0.00%

IDXHIDIV20

 0.00%

JII

 0.00%

IDX80

 0.00%

JII70

 0.00%

SRI-KEHATI

 0.00%

IDXLQ45LCL

 0.00%

SMinfra18

 0.00%

KB Bukopin
Sinerco

Melesat 539 Persen, Laba Adaro Energy (ADRO) Capai USD933,49 Juta di 2021

04/03/2022, 12:20 WIB

Melesat 539 Persen, Laba Adaro Energy (ADRO) Capai USD933,49 Juta di 2021

EmitenNews.com - PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) hingga akhir 2021 membukukan laba bersih senilai USD933,49 juta atau melonjak 539 persen dibandingkan tahun 2020 yang hanya senilai USD146,92 juta. Sehingga laba per saham dasar menjadi USD0,02927, sedangkan akhir tahun 2020 hanya USD0,00459.


Presiden Direktur ADRO, Garibaldi Thohir menjelaskan,  kondisi pasar yang kondusif turut mendukung kinerja perseroan pada tahun 2021. Pendapatan usaha sebesar USD3,993 miliar  pada tahun 2021, atau naik 58 persen dari tahun 2020, terutama karena kenaikan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 70 persen.

 

“ Industri batu bara memang ada siklusnya, jadi walaupun kami menyambut baik kondisi yang kondusif ini, kami akan tetap fokus pada efisiensi dan keunggulan operasional,” tutur dia kepada media.

 

Sedangkan produksi mencapai 52,70 juta ton batu bara, atau turun persen dan mencatat penjualan batu bara sebesar 51,58 juta ton, atau turun 5 persen secara tahunan.

 

Adapun pengupasan lapisan penutup sebesar 218,90 Mbcm pada tahun 2021, atau naik 4 persen secara tahunan, sehingga nisbah kupas tahun ini tercatat 4,15 kali. Hal itu dipicu Kondisi cuaca buruk di sepanjang tahun mempengaruhi kegiatan pengupasan lapisan penutup.

 

Pada sisi lain, beban pokok pendapatan naik 14 persen secara tahunan menjadi USD2,23 miliar terutama karena kenaikan nisbah kupas dan biaya penambangan akibat kenaikan harga bahan bakar dan pembayaran royalti karena kenaikan ASP.




Author: K M