EmitenNews.com – Memalukan betul. Survei nasional oleh lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan mayoritas warga menilai korupsi sekarang makin banyak terjadi. Penahanan dua Menteri Kabinet Indonesia Maju oleh KPK karena terlibat kasus korupsi, sangat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap tingkat korupsi di era pemerintahan era Presiden Joko Widodo saat ini. "Sebanyak 55 persen responden menilai korupsi sekarang semakin banyak dibanding tahun lalu. Hanya 13 persen responden yang percaya bahwa korupsi tahun ini lebih sedikit dari tahun sebelumnya," kata Direktur Eksekutif SMRC, Sirojudin Abbas dalam rilis survei SMRC Opini Publik Nasional dan Webinar berjudul Sentimen Publik Nasional terhadap Kondisi Ekonomi-Politik 2020 dan Prospek 2021, Selasa (29/12/2020). Dalam paparannya Sirojudin Abbas mengatakan, sekitar Maret 2020 baru sebanyak 47 responden yang mengatakan korupsi semakin banyak. Bayangkan, dalam beberapa bulan, sesuai survei SMRC terakhir ini, angkanya meningkat menjadi 55 persen. Sedangkan yang mengatakan korupsi semakin sedikit pada Maret 2020 sebanyak 18 persen dan pada Desember 2020 sebanyak 13 persen. Dari temuan lembaga survei ini memperlihatkan, korupsi masih menjadi masalah besar di Indonesia. Penilaian warga ini, kata Abbas, jelas tidak bisa dilepaskan dari kasus-kasus korupsi yang dibongkar KPK tahun ini. "Dugaan kasus korupsi di kementerian Sosial dan Kementerian Kelautan dan Perikanan tampaknya menyumbang bagi penilaian negatif warga tentang korupsi di Indonesia." Menjadi tugas pemerintah untuk terus memberantas praktik korupsi di Tanah Air. Karena itu, diharapkan ke depan Indonesia mampu menjadi negara yang bebas dari korupsi. Survei Nasional SMRC ini dilakukan melalui wawancara per telepon kepada 1.202 responden yang dipilih secara acak (random) pada 23-26 Desember 2020. Margin of error pada survei ini diperkirakan +/-2.9 persen. Dua menteri Kabinet Indonesia Maju pimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Ma’ruf Amin, yang terjerat kasus korupsi adalah politikus Partai Gerindra Edhy Prabowo, yang dipercaya menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan. Lalu, politikus PDI Perjuangan Juliari Peter Batubara, Menteri Sosial. Keduanya kini sudah menjadi tersangka, dan ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Presiden Joko Widodo dalam peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2020 secara virtual, Rabu (16/12/2020), mengungkapkan, menumbuhkan rasa malu dalam menikmati hasil korupsi, faktor penting dalam mencegah terjadinya perbuatan korupsi. Di samping itu, upaya pencegahan secara terus-menerus agar pemberantasan korupsi berjalan baik. "Mengembangkan budaya antikorupsi dan menumbuhkan rasa malu menikmati hasil korupsi merupakan hulu yang penting dalam pencegahan tindak pidana korupsi," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada Peringatan Hakordia 2020 yang mengusung tema Membangun Kesadaran Seluruh Elemen Bangsa dalam Budaya Antikorupsi. ***
Related News
Beda Cara 3 Bank Himbara Bertahan di Tahun 2025, Jagoanmu yang Mana?
Katalisator Bank Mandiri Cetak Laba Rekor di Tahun 2025
Apa Penyebab Utama Penurunan Laba Bersih Bank BRI Tahun 2025?
Laba BBNI 2025 Turun Saat Kredit Melesat Naik, Apa yang Terjadi?
Manuver Triliunan BNBR Caplok Tol, Peluang atau Jebakan Dilusi?
Efek Domino Selat Hormuz ke Sektor Energi dan Arus Logistik Asia





