Mengekor Wall Street, IHSG Siap Menyala
:
0
Suasana main Hall Bursa Efek Indonesia. FOTO - ISTIMEWA
EmitenNews.com - Indeks bursa Wall Street kembali ditutup menguat. Hasil itu, mengantarkan indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor tertinggi. Optimisme pasar terhadap ekonomi Amerika Serikat (AS) melonjak signifikan menyusul data ketenagakerjaan lebih baik dari perkiraan.
Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan pada Juni 2025 lalu tercatat ada penambahan nonfarm payrolls sebanyak 147 ribu lebih baik dari ekspektasi 110 ribu, dan angka sebelumnya direvisi naik menjadi 144 ribu. Sejalan penambahan itu, tingkat pengangguran turun menjadi 4,1 persen dari sebelumnya 4,2 persen.
Data tenaga kerja itu, berbanding terbalik dengan ekspektasi yang memprediksi angkanya naik menjadi 4,3 persen. Penguatan indeks Wall Street, dan aksi jual investor asing mereda diprediksi menjadi sentimen positif pasar. Koreksi harga beberapa komoditas diramal menjadi sentimen negatif.
Misalnya, emas, batu bara, crude palm oil (CPO), tembaga, dan minyak mentah berpeluang menjadi sentimen negatif untuk indeks harga saham gabungan (IHSG). Oleh sebab itu, indeks diprediksi bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 6.835-6.790, dan resistance 6.920-6.965.
Berdasar data tersebut, Retail Research CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan investor untuk menjala sejumlah saham berikut. Yaitu, Indofood (INDF), Medce Energi (MEDC), Pertamina Energi (PGEO), Merdeka Battery (MBMA), Unilever (UNVR), dan Vale Indonesia (INCO). (*)
Related News
IHSG Koreksi 0,69 Persen ke 6.480 di Sesi Siang, Sektor Kesehatan Drop
IHSG Dibuka Naik 0,28% ke 6.544 di Awal Pekan, Sentimen FTSE & Maulid
IHSG Susuri Zona Merah, Indeks LQ45 hingga IDX80 Naik-Turun!
Seirama Wall Street, IHSG Makin Berkilau
IHSG Makin Berotot, IPOT Jagokan Saham-saham Berikut
Mau IPO, Intip Kinerja SWAP dan Alokasi Dananya Untuk Apa





