Menolak Kalah! Emiten Eks Wapres JK (BUKK) Kembali Gugat PKPU Waskita Karya (WSKT)
EmitenNews.com - Perseteruan Waskita Karya (WSKT) dengan Bukaka Teknik Utama (BUKK) masuk babak baru. Bukaka kembali menyodorkan gugatan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) terhadap perseroan. Sepertinya, emiten besutan eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) itu, tidak puas dengan putusan pengadilan.
Ya, masih segar dalam memori kolektif pasar, pada 30 November 2023, Majelis Hakim Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menolak permohonan PKPU dengan Nomor Perkara 267/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN.Niaga.Jkt.Pst tersebut.
Nah, gugatan terbaru Bukaka sebagaimana laman http://sipp.pn-jakartapusat.go.id/ teregister dengan Nomor Perkara 390/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN Niaga Jkt.Pst (PKPU 390). Permohonan PKPU itu, diajukan Bukaka pada Jumat, 1 Desember 2023, sehari setelah pembacaan putusan yang menolak permohonan PKPU Bukaka.
”Dapat disampaikan sampai Selasa, 5 Desember 2023, perseroan belum menerima relaas PKPU 390 dari Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Oleh karena itu, akan menyampaikan keterbukaan informasi dilengkapi dengan relaas setelah menerima dari pengadilan,” tegas Ermy Puspa Yunita, SVP Corporate Secretary Waskita Karya.
Ermy melanjutkan, pengajuan permohonan PKPU tersebut, tidak memiliki dampak signifikan terhadap kegiatan operasional, dan kondisi keuangan dari perseroan. Saat ini, perseroan sedang dalam proses menyelesaikan review Master Restructuring Agreement (MRA).
Saat bersamaan, perseroan juga mendapat gugatan serupa dari PT Nugroho Abadi Konstruksindo. Permohonan PKPU Nugroho Abadi terdaftar dengan Nomor Perkara 391/Pdt.Sus-PKPU/2023/PN Niaga Jkt.Pst (PKPU 391). Gugatan PKPU itu, diajukan terhadap perseroan pada Jumat, 1 Desember 2023. (*)
Related News
Emiten Nikel Grup Harita (NCKL) Ungkap Aksi Baru!
TOSK Serok Aset Rp67,2M Milik Dirut, Setara 41,8 Persen Ekuitas
Efisiensi & Lepas Lawson, Laba MIDI Terbang 62,43 Persen Jadi Rp772,5M
Ini 5 Masjid Ikonik Garapan WSKT, Siap Tampung 200.000 Jemaah Salat Id
BREN Catat Laba Bersih Meningkat 6,5 Persen di Sepanjang 2025
Akhiri 2025, Laba Grup Djarum (TOWR) Tembus Rp3,67 Triliun





