Merdeka Battery (MBMA) Kantongi Peringkat Single A dari Pefindo
:
0
Alat berat milik emiten MBMA tengah beraksi di tengah-tengah tambang. Foto: Istimewa.
EmitenNews.com - Lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) melabeli peringkat idA untuk PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) beserta obligasi yang telah diterbitkan, serta idA(sy) untuk sukuk perseroan, dengan prospek stabil.
Peringkat tersebut memberi cerminan model bisnis MBMA yang terintegrasi secara vertikal, disokong sinergi dengan grup usaha dan mitra strategis, serta cadangan dan sumber daya tambang yang memadai.
Namun demikian, profil kredit perseroan masih dibayangi risiko pengembangan proyek baru serta volatilitas harga nikel di pasar global.
Analis Pefindo menyebutkan, peringkat berpotensi dinaikkan apabila MBMA mampu memperluas diversifikasi usaha, khususnya melalui penambahan proyek hilir dalam rantai nilai bahan baku baterai kendaraan listrik. Selain itu, peningkatan pendapatan dan margin laba yang melampaui proyeksi juga akan memperkuat profil keuangan secara berkelanjutan.
Sebaliknya, tekanan terhadap peringkat dapat terjadi jika realisasi kinerja operasional berada di bawah ekspektasi atau jika harga nikel mengalami penurunan yang masif. Risiko juga meningkat apabila perseroan menambah utang dalam jumlah besar untuk membiayai ekspansi tanpa diimbangi pertumbuhan EBITDA.
Sebagai informasi, MBMA merupakan perusahaan induk yang memiliki sejumlah entitas operasi di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dan Konawe. Perseroan mengoperasikan tiga smelter Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF), satu fasilitas konverter nickel matte, serta fasilitas Acid Iron Metal (AIM), selain juga memiliki tambang nikel dan penyertaan pada proyek High Pressure Acid Leach (HPAL).
Per 31 Desember 2025, struktur pemegang saham MBMA antara lain dikendalikan oleh PT Merdeka Energi Nusantara dengan porsi 50,04 persen, diikuti Huayong International (Hong Kong) Limited sebesar 7,55 persen dan PT Alam Permai sebesar 5,46 persen.
Related News
Siapkan RUPO 11 September, ADHI Ingin Ubah Jatuh Tempo Obligasi
Penjualan Global Sido Muncul (SIDO) Jangkau 34 Negara, Meningkat 13%
Teken Transaksi Afiliasi dengan Anak Usaha, Begini Pernyataan REAL
Garap Proyek Metro Manila Subway Filipina, Ambisi WTON Pemain Global
4x Dalam Setahun, BCA (BBCA) Akan Bagi Dividen Interim Lagi Rp25/Saham
Tekanan Kinerja Jelang Suksesi Waris, Bos Sido Muncul Ungkap Kondisi





