EmitenNews.com -Sepanjang Kuartal I-2023, PT Bukaka Teknik Utama Tbk (BUKK) membukukan laba bersih senilai Rp171,02 miliar, sementara itu total liabilitas per 31 Maret 2023 tercatat Rp2,72 triliun atau membengkak 11,93 persen dibanding per akhir Desember 2022.

 

Berdasarkan laporan keuangan yang dikutip Selasa (25/4), peningkatan liabilitas BUKK per akhir Kuartal I-2023 tersebut terutama dipengaruhi oleh utang pajak yang mencapai Rp68,14 miliar atau melambung 85,61 persen dibanding per 31 Desember 2022 yang senilai Rp36,71 miliar.

 

Selain itu, lonjakan liabilitas BUKK juga dipicu oleh lonjakan pinjaman perbankan sebesar 47,66 persen menjadi Rp794,62 miliar dari Rp538,16 miliar pada 31 Desember 2022.

 

Per 31 Maret 2023, jumlah ekuitas perusahaan milik keluarga mantan presiden Jusuf Kalla ini tercatat sebesar Rp4 triliun atau naik 4,44 persen dari posisi per akhir Desember 2022 yang sebesar Rp3,38 triliun.

 

Sehingga, total aset BUKK per akhir Kuartal I-2023 menjadi Rp6,72 triliun atau meningkat 7,35 persen dibanding posisi per 31 Desember 2022 yang senilai Rp6,26 triliun. Namun demikian, kas setara kas yang dicatatkan BUKK per 31 Desember 2023 hanya Rp389,09 miliar atau ambles 24,23 persen dibanding per 31 Desember 2022.

 

Selama tiga bulan pertama tahun ini, BUKK bisa mencatatkan pendapatan dari kontrak sebesar Rp1,35 triliun atau bertumbuh 69,42 persen dibanding capaian pada periode yang sama di 2022 senilai Rp794,12 miliar.

 

Dengan adanya lonjakan beban kontrak di Kuartal I-2023 yang sebesar 70,14 persen (year-on-year) menjadi Rp1,1 triliun, maka laba bruto BUKK selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp240,71 miliar atau lebih tinggi 66,19 persen (y-o-y).

 

Adapun jumlah laba sebelum pajak penghasilan yang dibukukan BUKK di Kuartal I-2023 sebesar Rp195,58 miliar atau mengalami kenaikan dibanding periode yang sama di 2022 senilai Rp111,77 miliar.

 

Dengan adanya beban pajak penghasilan per 31 Maret 2023 yang senilai Rp23,29 miliar, maka laba tahun berjalan BUKK selama tiga bulan pertama tahun ini menjadi Rp172,29 miliar atau melesat 71,28 persen (y-o-y).