EmitenNews.com - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan melaksanakan lelang Surat Utang Negara (SUN) dengan total penawaran yang masuk mencapai Rp64,85 triliun pada Selasa (13/10). Dari total penawaran tersebut, pemerintah menetapkan total nominal yang diserap sebesar Rp35 triliun dari sembilan seri SUN yang ditawarkan melalui sistem lelang Bank Indonesia.

Lelang tersebut mencakup tiga seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN) dan enam seri Obligasi Negara (FR). Berdasarkan data Direktorat Surat Utang Negara, seri FR0110 mencatatkan penawaran masuk tertinggi yaitu sebesar Rp21,15 triliun dengan nominal yang diserap sebesar Rp10,90 triliun dan yield rata-rata tertimbang 7,06999 persen.

Sementara itu, untuk instrumen SPN, seri SPN12271014 yang jatuh tempo pada 14 Oktober 2027 mencatatkan penawaran masuk sebesar Rp14,85 triliun dengan nominal diserap mencapai Rp9 triliun dan yield rata-rata tertimbang 6,53827 persen. Adapun seri SPN01261114 dan SPN03270113 masing-masing diserap sebesar Rp1 triliun dengan yield rata-rata tertimbang masing-masing 6,20 persen dan 6,25 persen.

Seri SUN lainnya yang diserap meliputi FR0111 sebesar Rp4,10 triliun dengan yield 7,24983 persen, FR0107 sebesar Rp3,05 triliun dengan yield 7,27986 persen, serta FR0102 sebesar Rp2,70 triliun dengan yield 7,30869 persen. Selain itu, pemerintah juga menyerap lelang untuk seri FR0112 sebesar Rp1,15 triliun dan FR0105 sebesar Rp2,10 triliun.

Seluruh seri SUN yang diserap dalam lelang ini memiliki tanggal setelmen atau penerbitan pada 15 Oktober 2026. Tingginya angka penawaran yang masuk menunjukkan likuiditas di pasar domestik yang masih memadai serta kepercayaan investor terhadap instrumen surat utang negara di tengah dinamika perekonomian global.(*)