Minyak di Atas USD100 Guncang Saham Eropa, KISI Jagokan 3 Saham RI Ini
:
0
Ilustrasi penambangan minyak. Foto: Magnific.
EmitenNews.com - Harga minyak mentah Brent naik 1% menjadi USD 101,58 per barel pada perdagangan Rabu (7/10/2026), di tengah memanasnya ketegangan di Timur Tengah. Kenaikan ini mengguncang bursa Eropa.
Lansiran Reuters Rabu mencatat indeks STOXX 600 Eropa melemah 0,45% dan indeks MSCI World turun 0,28%. Indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang turun 0,5% dipimpin pelemahan di Hong Kong dan Singapura. Di Wall Street, S&P 500 dan Nasdaq sempat cetak rekor baru pada Selasa dengan naik masing-masing 0,6% dan 0,4%, namun futures Nasdaq turun 0,11% pada Rabu pagi.
"Di tahap awal kuartal keempat yang biasanya merupakan kuartal terbaik tahun ini untuk imbal hasil saham, pasar digerakkan oleh narasi yang membingungkan: saham naik, cakupan pasar AS melemah, imbal hasil obligasi naik, serta harga minyak yang bergerak fluktuatif," ujar ekonom Raymond James Jeremy Batstone-Carr seperti dikutip Reuters.
Tekanan di pasar obligasi juga meningkat. Spread obligasi Prancis terhadap Bunds Jerman melebar ke 131 bps setelah sempat hampir menyentuh 160 bps pekan lalu.
"Besarnya pergerakan ini tergolong mencolok mengingat pemilihan umum 2027 masih beberapa bulan lagi dan dinamika fiskal Prancis yang memburuk bukanlah hal baru. Hal yang berubah adalah lonjakan imbal hasil, yang membuat investor enggan untuk mengabaikan kerentanan-kerentanan tersebut," kata Kepala Kredit Makro dan Ahli Strategi Investasi Global di Nuveen Laura Cooper.
Dari dalam negeri, KISI Sekuritas dalam risetnya Rabu (7/10/2026) menilai lonjakan Brent di atas USD 101 tersebut menandai pergeseran sentimen yang signifikan.
Menurut KISI, pasar sebelumnya mengasumsikan gangguan pasokan selalu bisa diatasi lewat jalur alternatif, namun serangan terhadap tanker di Selat Hormuz yang tercatat sembilan insiden bulan ini serta intersepsi rudal balistik Houthi yang mengarah ke Khamis Mushait menunjukkan kerentanan infrastruktur.
KISI menambahkan, meski pipa East-Saudi Arabia sempat dipulihkan ke 5,8 juta barel per hari, pelayaran di Hormuz tetap berisiko tinggi. Di sisi stok, inventori minyak mentah AS turun 2,1 juta barel pekan lalu.
Ditambah kebijakan proteksionis seperti rencana larangan ekspor diesel AS yang akhirnya dibatalkan, pelepasan 100 juta barel oleh G7 melalui IEA, penundaan ekspor bahan bakar China pada Oktober, dan perpanjangan larangan ekspor diesel Rusia, harga minyak diproyeksikan bertahan di atas USD 100 dalam sepekan ke depan.
Untuk menyikapi kondisi tersebut, KISI merelasikan tiga saham energi yakni, ENRG, MEDC, dan AKRA sebagai saham yang menarik dipantau.
Related News
Kurangi Porsi, Direktur ITSEC Asia (CYBR) Ini Jual 11,5 Ribu Sahamnya
Pengendali DKFT Borong 1,95 Persen Saham, Kocek Mencapai Rp77 Miliar
5,3 Miliar Saham Pradiksi Gunatama (PGUN) Digadaikan ke Bank Mandiri
CHEK Gandeng KALGen Innolab Percepat Ekosistem Genomik RI
7,99 Miliar Saham JARR Jadi Jaminan Kredit Pihak Terafiliasi ke BMRI
Jelang Pengalihan Jumbo ke Haji Isam, Dato' Low Jual Saham BYAN Rp367M





